Menurut penelitian banyak sejarawan Eropa, kedua kelompok ini—Vatikan dan Kabbalah—memang memiliki kepentingan yang saling bertentangan.
Vatikan yang mengklaim diri sebagai satu-satunya pihak, pewaris yang sah, atas kunci Gereja Yesus Kristus, menyatakan dirinya sebagai Tahta Suci dan semua kekristenan yang ada di dunia ini wajib menginduk kepadanya hingga datangnya Maranatha (The Second Coming) atau hadirnya kembali Yesus dalam wujud Tuhan seutuhnya, yang mereka yakini akan membawa semua umat manusia yang percaya pada Yesus ke dalam surga.









