Rabu, 25 Desember 2013

Katolikisme Sarat dengan Ritus Paganisme


Kerangka besar novel ‘The Da Vinci Code’ dan juga pendahulunya, ‘Angels & Demons’, yang ditulis Dan Brown, berkisah tentang pertempuran antara Gereja Katolik melawan Kelompok Kabbalah yang diwakili oleh Ordo Sion dan Illuminati.

Menurut penelitian banyak sejarawan Eropa, kedua kelompok ini—Vatikan dan Kabbalah—memang memiliki kepentingan yang saling bertentangan.

Vatikan yang mengklaim diri sebagai satu-satunya pihak, pewaris yang sah, atas kunci Gereja Yesus Kristus, menyatakan dirinya sebagai Tahta Suci dan semua kekristenan yang ada di dunia ini wajib menginduk kepadanya hingga datangnya Maranatha (The Second Coming) atau hadirnya kembali Yesus dalam wujud Tuhan seutuhnya, yang mereka yakini akan membawa semua umat manusia yang percaya pada Yesus ke dalam surga.

Inilah Enam Keganjilan Natal


Banyak keganjilan atau kekeliruan mendasar terkait Hari Natal, kepada Media Umat Pakar Kristologi Abu Deedat menyebut enam di antaranya.  Pertama, 25 Desember jelas-jelas bukan hari kelahiran Yesus tetapi hari kelahiran dewa matahari. (Sebelum Kekaisaran Romawi memeluk Kristen,) Kaisar sebelumnya memeluk agama paganis yang meyakini dewa matahari lahir pada 25 Desember pada hari Minggu.
“Makanya, kata Kristen Saksi Jehova sebenarnya natal itu tradisi kafir zaman purba, bukan ajaran Kristen,” ungkapnya seperti diberitakan Tabloid Media Umat Edisi 118, Jum’at (20 Desember 2013 – 2 Januari 2014).

Kedua, berdasarkan Injil Lukas dan Injil Markus. Pada Injil Lukas pasal 2 ayat 1 dijelaskan Yesus lahir di jaman Raja Herodes berkuasa. Padahal Herodes empat tahun sebelum Masehi sudah mati. Maka, itu tidak tepat dengan lahirnya Yesus. Sedangkan Injil Markus menyebutkan Yesus lahir pada jaman Raja Agustus sedang mengadakan cacah penduduk. Itu terjadi pada tahun 7 Masehi.

Kau Tidak Mengucapkan Selamat Natal Padaku?


Ini adalah sebuah percakapan imejiner yang dalam beberapa tahun belakangan ini marak di dunia maya. Entah siapa yang pertama menuliskannya. Namun di berbagai milis, status facebook dan dalam broadcast messanger di BBM-pun juga ramai diterakan orang menjelang Natal.

Berikut dialognya:

Muslim: ‘Bagaimana Natalmu?’
David: ‘Baik. Kau tidak mengucapkan selamat Natal padaku?’

Muslim: ‘Tidak. Agama kami menghargai toleransi antar agama, termasuk agamamu, tapi masalah ini, agama saya melarangnya.’

Waspada, Inilah Daftar 17 Situs Indonesia yang Berbahaya


Perusahaan sekuriti PT. Vaksincom kembali merilis daftar situs-situs berbahaya di Indonesia. Setidaknya ada 17 situs yang perlu diwaspadai pada bulan Desember 2013 ini, apalagi jika Anda mengaksesnya tanpa perlindungan software antivirus.

Situs-situs ini patut dicurigai karena dapat menyebarkan malware (program berbahaya) yang didominasi oleh Trojan kepada para pengaksesnya. Malware tersebut khusus menyebarkan diri melalui website seperti Ramnit, Iframe, Java Script, Dropper.
Menurut pantauan tim Vaksincom, dari 17 situs, tujuh situs merupakan situs pemerintah yaitu Kementerian Pendidikan, perusahaan BUMN listrik dan situs pemerintah daerah. Lalu lima situs lainnya merupakan perusahaan swasta yang terdiri dari perusahaan properti, cargo sampai e-commerce, tiga situs berasal dari situs pendidikan dan dua dari organisasi non profit.

IMAM SYAFI'I YANG JENIUS


Dikisahkan bahwa sebagian ulama terkemuka di Irak iri kepada Imam Syafi’iradhiyallahu ‘anhu. Mereka membuat tipu daya kepadanya lantaran beliau lebih unggul dari mereka dari segi ilmu dan hikmah. Imam Syafi’i mendapatkan hati para pencari ilmu pengetahuan sehingga mereka hanya berminat dengan majelis pengajian beliau, mereka hanya mau tunduk dengan pendapat dan ilmu beliau. Oleh karena itulah, para ulama yang iri terhadap Imam Syafi’i membuat kesepakatan di antara mereka untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan yang rumit dalam bentuk teka-teki. Sehingga mereka dapat menguji kecerdasan beliau, seberapa
mendalam dan seberapa matang ilmu beliau di hadapan Khalifah Harun ar-Rasyid yang sangat kagum dengan beliau dan sering memuji beliau. Setelah mereka selesai membuat pertanyaan-pertanyaan, mereka menyampaikan kepada khalifah yang ikut hadir dalam diskusi dan mendengarkan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijawab oleh Imam Syafi’i radhiyallahu ‘anhu dengan penuh kecerdasan dan kefasihan.

Kamis, 19 Desember 2013

Penampakan Dunia Ketika Kita Bisa Melihat Sinyal Wifi dan Ponsel


Ada ribuan sinyal tak terlihat tersebar sekitar kita sepanjang waktu, dan dunia akan menjadi tempat yang sangat berbeda jika kita bisa melihatnya.

Visualizer extraordinaire Nickolay Lamm menunjukkan kepada kitabagaimana sinyal Wi-Fi akan terlihat dan sekarang dia kembali untuk mennunjukkan sinyal ponsel di sekitar kita.


 Pada pandangan pertama, visualisasi sinyal hanya tampak seperti seperti jaring laba-laba, tapi ada banyak penjelasan ilmiah di balik bentuk heksagonal dengan warna yang menyilaukan tersebut.

Meneladani Orang Paling Keren di Dunia


Makna teladan adalah mencintai apa saja yang dicintai Rasulullah, meski diri ini tak suka atau tak cinta.. dan, membenci apa saja yang dibenci Rasulullah, meski diri ini memiliki kecenderungan terhadapnya.

Tips, Tiga modal menjadikan Rasul jadi model (teladan) diri.

1. Hanya mengharapkan rahmat Allah semata;  lakukan pekerjaan yang selalu mendatangkan rahmat dan pertolongan Allah, pekerjaan yang sia-sia, tinggalkan.

2. Orientasi hidupnya adalah akhirat, setiap langkahnya membawa pesan dari balik kematiannya (menuju kehidupan sesungguhnya di akhirat).

Mengenal Pertemuan Terbesar Pasca Ibadah Haji bagi Jamaah Tabligh di Bhopal


BHOPAL – Seperti setiap tahunnya , sekitar satu juta Muslim dari negara-negara di seluruh dunia telah berbondong-bondong ke pusat kota Bhopal India untuk menandai pertemuan tahunan Aalami Tabligh Ijtima , pertemuan terbesar ketiga Jamaah Tablig setelah Ibadah haji dan Bishwa Ijtima di Bangladesh .
” Saya di sini untuk belajar tentang Islam , ” ujar Yusuf Khan , salah satu peserta dari Chhattisgarh.

” Saya terlahir sebagai Muslim , tapi tidak pernah tahu apa sebenarnya Islam . Di sini saya belajar segala sesuatu tentang Islam dan ajaran-ajarannya . “
Ahmed Kamal , peserta lain dari India Selatan , mengatakan ” Allah telah memberikan hidup ini dan terserah pada kita untuk memutuskan bagaimana memimpin hidup kita . Hidup kita harus demi kemajuan umat manusia . “

Ini Aroma Pembaca Al-Quran, Aroma Anda?


قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَعْمَلُ بِهِ كَمَثَلِ الأُتْرُجَّةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِيْ لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَعْمَلُ بِهِ، كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لاَ رِيْحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ، وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ، رِيْحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ، وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِيْ لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ.”

Rasulullah SAW bersabda : “Perumpamaan orang Mukmin yang membaca Al-Quran seperti buah utrujah, baunya harum dan rasanya enak. Dan Perumpamaan orang Mukmin yang tidak membaca Al-Quran seperti buah korma, tidak wangi dan rasanya manis. Dan perumpamaan orang munafiq yang membaca Al_Quran seperti buah raihanah baunya enak dan rasanya pahit. Dan Perumpamaan orang munafiq yang tidak membaca Al-Quran seperti buah hanzhalah, tidak beraroma dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jima Itu Bukan Olah Raga


Diam-diam, para aktivis dakwah selalu punya alasan jika tidak sempat—atau tidak mau?—berolahraga. Masih ada “olahraga” yang lain. “Olahraga yang lain” itu tiada bukan jima, atau hubungan suami istri.

Sebabnya, tentu kabar (burung) yang menyebutkan bahwa jima bisa membakar cukup banyak kalori sehingga setara dengan kegiatan olahraga. Malah ada yang menyebutkan jima tiga kali dalam seminggu sama seperti berlari selama 48 menit seminggu. Apakah betul seperti itu?
Ketika syawat menggelora, secara medis memang terjadi pengerahan energi fisik, hormon adrenalin yang meningkat, dan juga detak jantung dan tekanan darah.

Kendati begitu, sebenarnya jima tidak dapat digolongkan dalam aktivitas fisik seperti olahraga. Kenapa memangnya?