Senin, 07 Januari 2013

1500 dari 2000 Santri di Gaza, Hafal 30 Juz Al-Quran



 
USTADZ Sukeri Abdillah mengadakan kunjungan ke Gaza. Kunjungan ini dilakukan beliau, mulai tanggal 23 Desember 2012 hingga 3 Januari 2013. Banyak tempat yang dikunjungi beliau, semoga cerita singkat beliau ini menggugah kita untuk lebih bersemangat. Mengapa lebih bersemangat? Karena kaum muslimin Gaza berada dalam kondisi perang, namun mereka dapat banyak melakukan hal-hal yang luar biasa.

Kunjungan pertama Ustadz Sukeri adalah Bayt Al Khair di Gaza City. Lembaga pimpinan Ir.  Jum'ah ini bergerak dalam pembinaan recovery korban penyerangan Israel. Seperti menangani pengungsi, seperti kebutuhan akan tempat tinggal, sembako, peralatan dapur.
Lembaga ini juga menyantuni para janda dan anak yatim dari para syuhada. Bukan itu saja, lembaga ini juga mengembangkan usaha-usaha kecil para korban penyerangan. Seperti usaha yang bergerak dalam bidang peternakan kelinci, domba, ayam serta pabrik pembuatan roti.

Manuela : ‘Mencintai Rasulullah Tanpa Kehilangan Yesus’



Manuela, Muallaf
MANUELA Mirela Tanescu, seorang wanita yang lahir dan besar di Bukrarest, Rumania. Keluarga Manuela adalah penganut Kriten Ortodoks, namun mereka tidak terlalu religius dan cukup dengan percaya adanya Tuhan. Hal ini membuat manuela tidak pernah pergi ke gereja sedjak kecil.

Suatu waktu, ketika Manuela dinikahi oleh Muslim asal Palestina, hidupnya pun berubah. Melalui suaminya, manuela bisa berkenalan dengan Islam. Hingga akhirnya setelah mengunjungi Yordania, Suriah, Iran, Pakistan, Malaysia dan Indonesia, Manuela memutuskan untuk memeluk Islam di Teheran, Iran.

Menurut pandangan Manuela, Islam adalah agama yang mudah dipahami dan sangat logis, berbeda halnya dengan agama Kristen yang membingungkan. Ia mencontohkan, umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan shalat lima waktu setiap harinya, sementara orang Kristen hanya beribadah pada hari Ahad saja. Singkatnya, kewajiban itu membuat umat Islam cenderung lebih religius ketimbang umat Nasrani.

Hanya ada di Mesir



Anda tahu ini posko apa? Adakah anda temukan di tempat anda?

Berawal dari salah seroang pemuda naik bus, ternyata bus yang dia tumpanginya full musik. Si pemuda ini bilang:

"Om.. gak usah pakai musik. terimakasih, mohon dimatikan yah."

"oo.. Gak bisa om.. ya udah, ente cari bus lain saja, kalau bus ini harus pake musik. terserah, ente mau turun atau sabar saja" jawab bang Supir.

Di tempat lain, sebagian pemuda ikhlas dan kreatif punya ide yg sangat cemerlang.

Di terminal, mereka mendirikan stand kecil: tenda, laptop lengkap dengan banner nya juga. Di posko ini mereka menawarkan ke setiap supir alternatif dari musik2. Mereka punya murottal alquran, kajian-kajian keislaman, nasyid yang semuanya bisa dikopi dengan gratis oleh bang sopir, tentu dengan flash disk masing2. Ternyata... sambutan dan antusias mereka sangat mengjutkan. banyak yang mampir dan ngopi dengan senang dan sukarela.

MANUSIA AKAN BERZINA DI JALANAN, SAAT DUNIA MENJELANG KIAMAT.



 
TELAH banyak kita saksikan pada saat ini perzinaan merebak di mana-mana. Namun, menjelang hari kiamat, setelah manusia melewati zaman keemasan (dengan turunnya Nabi Isa AS dan dipimpinnya manusia oleh al-Mahdi), manusia akan hidup dalam kondisi yang seburuk-burukny a, layaknya binatang.

Rasulullah SAW menceritakan tentang peristiwa itu sebagaimana yang diriwayatkan Abu Hurairah RA:
“Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, umat ini tidak akan punah, sampai ada laki-laki mendatangi perempuan, lalu menyetubuhinya di jalan. Lantas orang yang terbaik pada saat itu adalah yang mengatakan: ‘Alangkah baiknya jika kamu bersembunyi di balik tembok ini.” (HR Abu Ya’la)

Selamat datang, pewaris perjuangan para nabi.



 
Pagi dibulan safar. Matahari bersinar. Orange kekuning-kuningan, indah!. Tumpah ruah cahaya. Sinarnya bertandang dari timur. Pertanda belum datang hari akhir. Layaknya gosip rendahan di bulan ini. Kiamat 2012, seruan gombal dari mak jarot. Tahun berganti. Keakuan ‘Tuhan’ tinggal kenangan.  Hati lemas, membisu. Tapi tak lama berkata, “Kiamat 2020”. Masih bercita menduakan Tuhan. Ingin ‘kucubit’ mulut ‘manisnya’. Uhh!.

Dorongan iman menimpali. Ingin diri, mengingatkan. Tapi, belum jua didengarkan. Ke-akuan diri telah membentenginya. Merenung,
sejatinya dakwah menghasilkan dua sisi. Diterima atau ditolak. Dakwah ini tanpa kekerasan. Miris hati jika ditodong berbuat kekerasan. Lisan ini untuk saling mengingatkan. Nestapa, jika dianggap ingin menjatuhkan. Vonis maya!.

Seorang pria tua buta menggunakan tali untuk menuntunnya menuju Masjid



 
Seorang pria tua yang mengalami kebutaan, bersikeras berjalan kaki dari rumahnya menuju Masjid lima kali sehari meskipun ia telah kehilangan penglihatannya bertahun-tahun yang lalu.

Pemandunya hanya tali, yang ia ikatkan ke tiang listrik di samping pintu masuk Masjid.

Pria ini telah diberitahu warga setempat untuk melaksanakan sholat di rumah, tetapi ia bersikeras untuk pergi ke Masjid setiap harinya, menggunakan tali untuk menemukan jalan.
Sebuah video di YouTube menunjukkan seorang pria, mengenakan jubah khas Saudi dan tutup kepala, berjalan perlahan-lahan tetapi dengan langkah percaya diri sampai ia mencapai pintu Masjid di mana jama'ah lain akan menuntunnya ke dalam Masjid.

Ribuan Orang Hadiri Shalat Jenazah Untuk Mantan Pimpinan JI Pakistan



ji
RIBUAN orang menghadiri shalat jenazah untuk pemakaman mantan pimpinan Jamaati-i-Islami (JI), Qazi Hussain Ahmad di Peshawar pada hari Ahad kemarin (6/1/2003).

Qazi Hussain Ahmad, seorang pemimpin politik dan ulama Islam terkemuka di Pakistan, wafat Sabtu malam lalu di Islamabad. Dia adalah mantan pimpinan Jamaat-i-Islami yang didirikan oleh ulama terkemuka Pakistan, Abul A’la Al-Maududi di awal abad 20.

Ahmad meninggalkan dua putra dan dua putri. Dia sangat terkenal di kalangan masyarakat ekspatriat di Arab Saudi dan negara Teluk lainnya. Ahmad menderita masalah jantung dan asma untuk beberapa waktu. Kondisinya semakin kritis tiga hari lalu.
Shalat jenazah menjelang pemakamannya dipimpin oleh pimpinan JI yang sekarang, Syed Munawar Hassan dan dihadiri oleh sejumlah besar pemimpin politik dan agama Pakistan.

Dia juga adalah seorang kritikus yang kuat atas kebijakan Amerika Serikat.

Hijaabku Memang Tidak Menarik



Hijaabku memang tidak menarik, karena fungsi hijaab adalah untuk menyembunyikan perhiasan, jika aku sematkan hiasan-hiasan di atasnya maka terpenuhikah fungsi hijaab yang dikehendaki oleh syari'at?

Hijaabku memang tidak menarik, karena aku memakainya bukan untuk menarik perhatian orang, aku pun tidak akan 'ngoyo' dalam mendakwahkan hijaab dengan menghias-hiasin ya, memodifikasinya supaya muslimah ramai-ramai berhijaab.
Tapi pada akhirnya hanya kuantitas muslimah berhijaab yang bertambah, lantas bagaimana dengan kualitasnya?

Hijaabku memang tidak menarik, karena buat apa jika makhluk tertarik tetapi Pencipta membencinya karena hijaab yang kupakai menyimpang dari tuntunan syari'at?

Minggu, 06 Januari 2013

Saluran Televisi Islam Pertama di Thailand



Pemerintah Thailand telah meluncurkan sebuah saluran Televisi yang ditujukan untuk umat Islam, dimana saluran ini merupakan yang pertama di negeri Tersebut.

Proyek manajer saluran berbahasa melayu, Tchamron Danodom, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk berkontribusi dalam memberikan pemahaman antara Muslim melayu dan Buddha Thailand. Ia mengatakan saluran baru tersebut akan
disiarkan setengah jam sehari pada tahap pertamanya, dan diharapkan akan bisa bersiaran selama 24 jam sehari di tahun depan.

"BLUSUKAN" A LA UMAR



Inilah dia model "blusukan" zaman dulu. Tidak perlu media untuk meliputnya, tapi kisahnya abadi sampai akhir zaman.

Pada suatu malam menjelang dinihari Khalifah Umar bin Khaththab bersama seorang pembantunya melakukan inspeksi ke pinggiran kota. Dari salah satu rumah yang dilewatinya, Umar mendengar percakapan dua orang wanita, ibu dan anak gadisnya:

Ibu: "Campur saja susunya dengan air (agar lebih banyak)"
Anak: "Bagaimana aku bisa melakukannya sedangkan Khalifah telah mengeluarkan peraturan yang melarangnya."
Ibu: "Khalifah tidak akan mengetahuinya."
Anak: "Kalau Khalifah tidak mengetahuinya, maka pasti Allah mengetahuinya."

Percakapan di antara keduanya berkesan sekali di hati Umar ra. Keesokan harinya ia menyuruh pembantunya untuk menyelidiki kedua wanita itu. Setelah diketahui bahwa puteri sang ibu itu adalah seorang gadis, lalu Umar memanggil puteranya 'Ashim, dan menawarkan gadis itu untuk dinikahinya, dan disuruhnya puteranya untuk melihat secara langsung paras wajahnya, seraya berpesan kepadanya,