Jumat, 02 Agustus 2013

Pengaruh Islam Pada Sebak Bola Inggris Dan Masyarakat


Dulu saya merasa takut untuk pergi ke Upton Park menemani ibu saya jalan-jalan. Namun kini tidak lagi, setelah ada dari kalangan muslim yang bermain untuk liga Inggris.

Ini mengejutkan, Sepakbola Inggris sedang berubah, dan itu fakta. Pengaruh Islam dalam diri mereka telah menyulap para penonton sepak bola dengan permain mereka yang sangat baik.
20 tahun berlalu tanpa adanya seorang Muslim  terlihat di sebuah stadion sepak bola, kini pemandangan pemain melakukan Sajdah atau isyarat Shahaadah dengan jari-jari mereka telah menjadi pemandangan umum. Beberapa bahkan melangkah lebih jauh dengan t-shirt bertuliskan slogan-slogan. Seperti Samir Nasri dari Manchester City mendedikasikan hari Idul Fitri merayakan golnya dengan T-Shirt  ‘Eid Mubarak’ di depan.

Umar bin Khattab Pemimpin yang Mendengar


Seperti biasa, Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA menunggang keledainya di tengah kota. Selain untuk bertegur sapa dengan sahabat dan rakyatnya, Khalifah juga memeriksa kondisi rakyatnya, menolong orang-orang yang memerlukan, dan mencegah kezaliman terjadi di negerinya.

Hari itu, seorang nenek tiba-tiba menghentikan keledai yang ditumpangi Umar. Nenek itu langsung menceramahinya. "Hei Umar, aku dulu mengenalmu sewaktu kau dipanggil Umair (Umar kecil), yang suka menakuti-nakuti anak-anak di pasar Ukadz dengan tongkatmu. Maka hari-hari pun berlalu hingga kau disebut Umar, dan kini engkau Amirul Mukminin…''
"Maka bertakwalah engkau kepada Allah atas rakyatmu! Barang siapa yang takut akan ancaman Allah maka yang jauh (akhirat) akan terasa dekat. Barang siapa yang takut akan kematian tidak akan menyia-nyiakan kesempatan, dan barang siapa yang yakin akan al-hisab (hari penghitungan), ia akan menghindari azab (Allah)."

Rajab dan Pembebasan Al-Aqsha


Bagi kaum Muslimin, bulan Rajab ini penuh dengan kenangan indah dan sedih sekaligus, bulan kemenangan sekaligus tragedi. Bulan ini menyaksikan pekik takbir kemenangan para pahlawan Islam pada berbagai pertempuran sekaligus genangan air mata bahkan darah. Semoga semua kejadian itu menginspirasi kita untuk menciptakan sejarah indah bagi kaum Muslimin yang akan dikenang oleh memori generasi sepeninggal kita kelak.
Di bulan ini 14 abad yang lalu Rasulullah di-isra’kan dari kota Mekkah ke kota Al-Quds, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Di sana Rasulullah melaksanakan shalat berjamaah dengan para rasul dan beliau menjadi imamnya. Sebuah mukjizat yang kian menegaskan kenabian dan kerasulan beliau. Kendatipun orang-orang yang diliputi kedengkian di hati mereka dan tertutup dari cahaya hidayah menolak untuk mengakuinya, bahkan mereka mengolok-oloknya.

High Qualified Jomblo


Saya katakan status jomblo untuk pemuda atau pemudi yang non-married lebih bisa dibanggakan daripada status in relationship yang tidak jelas, Ini bukan sebuah apologi dari orang-orang yang mungkin dikatakan “tidak laku”, tapi ini sebuah status dimana pemiliknya bisa berjalan dengan kepala tegak bahwa dia benar-benar menjadi manusia yang seutuhnya, yang benar-benar merdeka.

Saya tidak akan membuat definisi lagi tentang arti jomblo dan sejarahnya, karena semua sudah paham arti jomblo itu. Kalau kata ulama kita, “ta’rif mu’arraf jahlun bihi”.
Jomblo ada dua jenis: Pertama status jomblo karena “pilihan”, artinya memang tidak mau terlibat dalam hubungan apapun dengan lawan jenis diluar garis-garis resmi. Sebenarnya dia bisa melakukan hubungan itu kalau dia mau, tampang OK, pendidikan tidak kurang, dompet juga mendukung, tetapi dia lebih memilih menjadi jomblo ketimbang harus pusing dengan “perbudakan” in relationship yang abu-abu.

Sebuah Percakapan Antar Bayi Kembar Di Rahim Ibu


PERCAKAPAN antar bayi kembar dalam rahim ibu ini hanyalah sebuah rekaan belaka. Namun memberikan pelajaran yang luar biasa akan peran seorang ibu. Peran ibu yang memberikan energi luar biasa ke dalam rahimnya. Entah itu asupan makanan, menularkan emosi negatif atau positif, juga bayi bisa ikut mendengarkan apa yang tengah kita baca. Semoga setiap ibu tidak melewatkan kesempatan emas memberikan yang terbaik di awal kehidupan sang bayi.
Bayi 1: Apakah kau percaya akan kehidupan setelah kelahiran?

Bayi 2: Tentu saja. Kehidupan setelah kelahiran itu sangat jelas. Kita di sini sedang mempersiapkan diri menjadi lebih kuat dan bersiap-siap untuk apapun menanti kita berikutnya.

Syetan Hadir Saat Sakaratul Maut


“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang selalu kamu lari daripadanya.” (QS. Qaf: 19) Rasulullah SAW di akhir hayatnya pernah memohon pertolongan kepada Allah untuk menghadapi godaan syetan saat sakaratul maut serta kepedihan proses keluarnya ruh. Do’a beliau, “Ya Allah, tolonglah saya untuk mengahadapi sakaratul maut.” (HR. Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah). Itulah do’a Rasulullah untuk menghadapi sakaratul maut.
Syetan tidak akan menyia-nyiakan waktu itu untuk menggoda dan menyesatkan anak Adam. Sampai menjelang akhir hayatnya, syetan akan hadir pada waktu sakaratul maut. Ia berusaha mendoktrin dan mengelincirkan manusia dari jalan yang benar. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya syetan akan mendatangi kalian saat menjelang kematiannya. Ia menyeru: ‘Matilah sebagai seorang Yahudi, matilah sebagai seorang Nashrani.” (HR. Nasa’i)

Kilas Balik dari Kisah PERANG YARMUK


Sejarah kejayaan Islam tak lepas dari amalan jihad yang diperani oleh para pendahulu umat ini. Jihad memiliki kedudukan mulia di dalam Islam. Tentunya, diatas ketentuan yang telah digariskan Allah  dan Rasul-Nya . Bukan aksi teror yang muncul dari semangat tanpa ilmu. Tulisan berikut ini adalah memaparkan gambaran jihad fii sabilillaah di masa Khalifah Abu Bakr Ash-Shiddiq .

Seusai memulihkan kondisi jazirah ’Arab, dengan memerangi kaum murtad dan orang-orang yang menolak membayar zakat, Abu Bakr  berusaha keras memobilisasi pasukan Islam dalam upaya menaklukkan negeri Syam yang termasuk daerah teritorial kerajaan Romawi.

Keadaan Romawi sebelum Peperangan

Antara Saya, Abu Sufyan, Dan Hindun


BAGIAN yang sulit saya terima ketika membuka shirah nabawiah adalah saat peristiwa fathul makah. Peristiwa dimana kaum muslimin berhasil kembali ke kota pertama dakwah Islam dijalankan Muhammad. Kota yang menjadi saksi peristiwa-peristiwa penting di awal kenabian Muhammad SAW.

Fathul makah sendiri merupakan peristiwa penting untuk kemajuan Islam. Dapat dibayangkan perasaan bahagia mendalam para sahabat Nabi. Belum lekang dari ingatan mereka suasana duka yang mendalam saat terpaksa harus keluar dari mekah. Terusir, terpisah dengan sanak keluarga, menempuh gersangnya sahara, melangkah menjauh dari tempat mereka menghabiskan hari demi hari. Setiap jengkal kota mekah teramat memberikan kenangan mendalam.
Dan hari itu mereka kembali. Bukan sebagai pecundang, namun sebagai pemenang yang dengan lantang dan gagah memasuki tanah mekah.

Tubuhku Berbau Busuk Setelah Keluar dari ‘Pengajian’


 Empat belas abad Islam tegak di muka bumi. Sebuah rentang waktu yang panjang sehingga melahirkan pemahaman dan penafsiran baru terhadap ajaran agama. Seringkali pemahaman dan penafsiran baru tersebut tidak sejalan dengan apa yang digariskan Rasulullah SAW. karena itu, berhati-hatilah dalam menentukan pilihan di mana dan kepada siapa harus memperdalam ilmu agama agar tidak menyesal di kemudian hari. Seperti yang dialami Nurmala (nama samaran), bukan ketenangan yang ia dapatkan, tapi justru penderitaan yang tiada terperikan. Tubuhnya mengeluarkan bau busuk laksana sampah. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib. Berikut petikannya.
Sebagai seorang ibu muda yang telah mengalami pahit getirnya pernikahan, saya membutuhkan pijakan dan pegangan yang kuat agar bisa tetap bertahan. Karena itu sudah sewajarnya bila saya mencari pijakan dengan semakin mendekatkan diri kepada ajaran agama. Bak gayung bersambut, niatan yang mulia itu cepat mendapat respon dari Rohadi (bukan nama sebenarnya), seorang teman dekat yang pada akhirnya menunjukkan dan mengajak saya mengikuti pengajian di kelompoknya.

Kisah-kisah Menakjubkan dari Sang Qadhi; Syuraih bin al-Harits al-Kindi


 “Ada orang yang bertanya kepada Syuraih, ‘Bagaimana anda mendapatkan ilmu ini?.’ Dia menjawab, ‘Dengan bermudzakarah bersama para ulama; Aku mengambil dari mereka dan mereka mengambil dariku” (Sufyan al-Ausi)

Amirul mu’minin, Umar bin Al-Khaththab membeli seekor kuda dari seorang laki-laki Badui, dan membayar kontan harganya, kemudian menaiki kudanya dan pergi. Akan tetapi belum jauh mengendarai kuda, beliau menemukan luka pada kuda itu yang membuatnya terganggu ketika berpacu, maka beliau segera kembali ke tempat dimana beliau berangkat, lalu berkata kepada orang Badui tersebut, “Ambillah kudamu, karena ia terluka.”