Selasa, 25 Juni 2013

Kisah Lincoln Istri Presiden Turki


TURKI-Hayrunnisa Gul, istri Presiden Abdulloh Gul, menceritakan kisah keluarga dan kesulitan yang dihadapinya paska terpilihnya Abdullah Gul sebagai presiden Turki sangat mirip dengan kisah mantan Presiden AS Abraham Lincoln.

Pernyataan tersebut datang saat berbicara dengan wartawan di provinsi Erzurum timur Selasa pada kampanye yang bertajuk “Talking Books.”
“Saya dan suami jarang memiliki kesempatan untuk menonton film. Namun, kami akhirnya berkesempatan untuk menyaksikan film “Lincoln”, drama sejarah Amerika yang  diproduksi oleh Steven Spielberg pada tahun 2012.” kata Hayrunnisa.

Film ini menceritakan upaya Presiden Lincoln untuk melakukan amandemen ke-13 Konstitusi Amerika Serikat pada bulan Januari tahun 1865. Amandemen ini secara resmi menghapus perbudakan di negara itu.

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Dokter Termuda Dunia


Eqbal Mahmoud, seorang gadis asal Palestina tercatat memecahkan rekor Guinnness Book sebagai dokter termuda di dunia. Eqbal yang belum genap berusia 20 tahun itu telah menyandang gelar dokter dari Weill Cornell Medical College di Qatar, yang merupakan salah satu perguruan tinggi kedokteran terbaik di dunia.

Ini adalah rekor kedua yang dipecahkan oleh Eqbal. Sebelumnya, gadis manis ini memecahkan rekor sebagai mahasiswi termuda di dunia, di mana ia masuk ke bangku fakultas kedokteran di Weill Cornell Medical College di Qatar ketika masih berusia 13 tahun.

Apa rencana Eqbal setelah ia lulus dan menjadi dokter lulusan salah satu perguruan tinggi kedokteran bergengsi di dunia itu? Apakah ia akan melanjutkan kehidupannya di Qatar yang bergelimpang kemakmuran?

SEJARAH PERDUKUNAN DARI MASA KE MASA


 "Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu, dan kepada apa yang telah diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. Padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syetan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya." (QS. an-Nisa': 60).

Para ulama tafsir berbeda pendapat dalam memaknai kalimat "Thaghut" pada ayat di atas. Banyak di antara mereka memaknai thaghut itu dengan dukun. Di antara ulama tafsir yang memaknai thaghut dengan dukun adalah: Ibnu Abbas, Sa'id bin Jubair, Ikrimah, Abul ‘Aliyah, dan Imam Qatadah (Tafsir al-Qurthubi: 5/248). Jadi masyarakat pada zaman dahulu lebih suka untuk mendengar omongan dukun dalam menyelesaikan suatu masalah, dari pada kembali kepada wahyu yang telah diturunkan Allah melalui para rasul-Nya.

Terapi Sang Nabi SAW dalam Mengobati Penyakit Melalui Sentuhan Psikologis


Dalam kitab Sunan Ibnu Majah menuturkan Hadis riwayat Abu Said al-Khudri. Ia menuturkan bahwa Nabi SAW bersabda:

“Jika kalian menjenguk orang sakit, maka hiburlah di dalam menghadapi suratan takdir. Hal yang demikan itu memang tidak mengembalikan keadaan, akan tetapi akan memperbaiki kondisi kejiwaan insan yang sakit.”

Hadis tersebut mengandung pembelajaran etika yang sangat luhur, serta metode pengobatan yang agung.

Rasulullah SAW mengajarkan cara penyembuhan penyakit melalui sentuhan psikologis, yaitu membimbing kondisi psikis si sakit kepada hamparan keceriaan, optimisme, dan keyakinan akan ketentuan takdir-Nya. Hal seperti itu dapat memperbaiki jiwa si sakit, misalnya dengan membangun

Kaum Musyrik Quraisy Ketakutan Mendengar Doa Rasulullah SAW


Waktu itu dakwah Nabi Muhammad SAW ibarat masih seumur jagung, namun penentangan dan halangan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy sangat besar. Setiap kali Nabi mendatangi kerumunan orang-orang kafir dan menyeru kebenaran tuhan, Nabi selalu dihujat dan tidak jarang mendapat perlakuan fisik kasar.

Menghadapi semua itu, nabi hanya bisa bersabar dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebelum atau sesudah dakwah, nabi selalu menyempatkan diri mengunjungi Baitullah untuk beribadah dan memohon petunjuk kepada Allah.
Suatu hari ketika Nabi sedang beribadah di Baitullah, seorang petinggi Quraisy yang getol menentang dakwah nabi, Abu Jahal duduk bersama kawan-kawannya tidak jauh dari Baitullah.

Awas! Iblis Kontemporer Didepan kita


 Pemutar balikan fakta yang pertama kali dalam sejarah adalah terjadi tatkala iblis menipu manusia di surga. Pohon larangan, dijadikan indah di pandangan manusia, Khuldi adalah buah yang membuat manusia abadi. QS 15:39

Kemudian para Nabipun Tuhan ciptakan jebakan setan dari jin dan manusia. QS 6:112
Lalu lahirlah penerus “iblis” yang melecehkan muslimah (X Factor) nenek tua, gadis muda berjilbab dipeluk cium lelaki yang bukan mahrommya.
Atas nama seni dan modernitas, sebuah program yahudi diadopsi, padahal Allah sudah peringatkan bagaimana sepak terjang bani Israil yang cerdas tapi culas. QS 2:120, QS 2:47
Di berbagai media sosial muncul komentar yang menghabiskan waktu tanpa manfaat. Tanpa sadar media telah melakukan begitu banyak catatan pemutar balikan fakta…

Pemberitaan Media Mainstream Sudah Masuk Kategori Ghibah dan Iftira’


Ahmad Fathanah telah tertangkap tangan oleh KPK atas tuduhan suap impor daging sapi. KPK kemudian mengembangkan kasus ini hingga menjerat mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq yang kemudian  tersangka ditangkap tangan di kantor DPP PKS.

Belum selesai proses peradilan di pengadilan Tipikor, lebih dari dua bulan media mainsteam, TVOne, MetroTV dan MNC Grup, majalah Tempo, detik.com ramai-ramai melakukan perusakan atas kehormatan LHI yang belum diputuskan bersalah oleh pengadilan Tipikor. Konteksnya akan berbeda, jika pengadilan Tipikor telah menetapkan status terdakwa.
KPK terus mengembangkan kasus suap impor daging sapi dan melupakan kasus-kasus besar, seperti kasus Century, Hambalang dan lainnya. Isi dan cara pemberitaan media mainstream melupakan etika jurnalis. Apa yang dilakukan media mainstream pada kasus LHI sudah sangat berlebihan. Dalam konteks ini, maka apa yang dilakukan oleh media mainstream sudah masuk dalam kategori ghibah dan iftira’, kebohongan.

Keteguhan Seorang Pemuda Dalam Kisah Ashabul Ukhdud


PADA zaman bani Israil, hiduplah seorang pemuda shalih dan raja yang zalim. Pemuda tersebut begitu kuat mempertahankan aqidahnya walaupun berbagai macam siksaan telah menimpa dirinya, Hingga akhirnya sang raja berhasil membunuhnya. Namun, apa yang dikhawatirkan sang raja sungguh-sungguh terjadi. Seluruh penduduk bani Israil yang ada di bawah kekuasaannya beriman kepada Allah Swt.
Kisah ini diceritakan langsung oleh Nabi Saw kepada para sahabat, seperti yang diriwayatkan oleh Muslim. Bahwasannya telah menceritakan kepada kami Haddab bin Khalid, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah, telah menceritakan kepada kami Tsabit, dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Shuhaib, bahwa Rasulullah Saw bersabda:

Kisah Nyata: Menabrak Polisi, Dapat Jodoh


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Aku tak tahu, apakah ini kesialanku atau keberuntunganku. Satu yang kutahu, inilah jalan yang diberikan Allah untuk bertemu jodohku. Meski awalnya, aku merasa sial karena kecelakaan itu dan aku harus mengganti rugi tidak sedikit. Toh akhirnya justru kesialanku itu membawaku ketemu jodoh.

Ceritanya begini, secara tak sengaja aku menabrak seorang polisi sepulang kuliah. Tak kusangka “motor butut”-ku bisa merusak total motornya yang bernilai puluhan juta. Perasaan, mataku sudah fokus ke jalan, tak jelalatan kemana-mana. Doa juga sudah kubaca saat aku menyalakan mesin motor di parkiran I kampus.

Memang sudah apes dan inilah yang dinamakan takdir. Nggak diminta dan meski sudah hati-hati eh… nabrak juga, … polisi lagi.

Cinta dan Al-Qur'an membimbing pemuda Amerika anti-Islam menjadi mualaf


Tumbuh di lingkungan yang membenci Islam, seorang pemuda Amerika akhirnya memeluk Islam setelah bertemu dengan seorang Muslimah berkerudung di sebuah kamp pemenang beasiswa di Washington, lansir Muslims Today pada Rabu (22/5/2013).

“Saya dibesarkan di Tacoma, dan saya belum pernah melihat seorang Muslim,” kata Carlos Sandoval, lulusan SMA Mount Tahoma, kepada The Bellingham Herald.
“Bagi saya saat itu – Arab, Islam, Muslim – itu semua sama.”

Bertemu dengan Bashair Alazadi, seorang Muslimah berkerudung berusia 16 tahun di sebuah kamp Washington pada tahun 2007, membuat Sandoval yang saat itu masih seorang Katolik berusia 17 tahun ingin menggali lebih jauh kepribadian Alazadi untuk mengetahui tentang kepercayaan gadis itu.