Minggu, 28 Oktober 2012

Mensos Dr. Salim Assegaf Al Jufri: TIDAK ADA HARI TANPA BEDAH KAMPUNG


Desa Pakintelan, Gunungpati Semarang tidak seperti biasanya. Desa yang terletak di kaki bukit gunungpati ini kehadiran pejabat nasional bangsa ini. Adalah Menteri Sosial RI yang merupakan kader  Partai Keadilan Sejahtera Selasa (23/10), Dr. Salim Segaf Al Jufri barsama istri meresmikan “Bedah Kampung” di desa yang berdekatan dengan kampus Universitas Negeri Semarang ini. Dr. Salim selain bersama istri juga didampingi oleh Plt Walikota Semarang Hendi Hendar P beserta beberapa birokrat Kota Semarang dan pejabat kelurahan.
Rombongan yang datang langsung disambut tarian khas Semarang. Kemeriahan terlihat saat memasuki lokasi acara karena telah terpasang spanduk Selamat datang, dan murid-murid SD berdiri di tepi jalan dalam menyambut menteri sosial.

Al Attas dan Teori Islamisasi Nusantara



Oleh: Tiar Anwar Bachtiar (Kandidat Doktor Universitas Indonesia)

Saat mengucapkan pidato pengukuhannya sebagai professor di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) tahun 1972 dalam bidang Bahasa dan Kesusateraan Melayu, Syed M. Naquib Al-Attas menyampaikan makalah berjudul Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu. Pidato pengukuhan guru besar semacam ini adalah yang pertama kali dilakukan di perguruan-perguruan tinggi di Asia Tenggara. Akan tetapi, yang menarik dari acara itu bukan seremoni kegiatannya, melainkan pokok-pokok pikiran yang ditulis dalam naskah pidatonya mengenai Islamisasi di wilayah kepulauan Nusantara.

"Bahan Renungan bagi Para Orangtua yang selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya ...... Sangat Menyentuh..."


Ranking 23 : "Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan"

Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap
mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan
dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang
sesungguhnya.

Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun
anak kami ternyata menerimanya dengan senang hati.

Menitikkan Air Mata Membaca Kisah Qurban Bu Sumi




Kisah ini terjadi ± tahun 1995, sudah cukup lama memang,namun setiap ingin memasuki I’dul Adha saya selalu teringat dengan kejadian yang pernah saya alami ini, dan sampai saat ini saya tidak pernah melupakannya.
Awalnya saat saya sedang menjajakan dagangan bersama teman (kami berempat waktu itu), kami mengeluh karena sudah 3 hari kami berdagang baru 6 ekor yang terjual, tidak seperti tahun sebelumnya, biasanya sudah puluhan ekor laku terjual dan hari raya sudah didepan mata (tinggal 2 hari lagi). Kami cukup gelisah waktu itu.

Misteri Bangunan Piramida, Al-Qur’an Ternyata Lebih Dulu Punya Jawaban



BANGUNAN menjulang berbentuk segitiga itu, diyakini memiliki beragam analisis tentang misteri konstruksinya. Dibangun pada masa kekuasaan Firáun Khufu pada tahun 2560 SM, rupa-rupanya kontraversi masih terus berlanjut hingga akhir abad ke-19.

Logika para ilmuwan pun bingung menangkap bagaimana sebuah piramida dibangun? Hal ini karena teknologi mengangkat batu-batu besar yang bisa mencapai ribuan kilogram ke puncak-puncak bangunan belum ditemukan di zamannya. Apa rahasia di balik pembangunan piramida ini?

Superman, Samiri, Sion; Simbol Kekuatan Besar Bangsa Yahudi



ANDA pasti familiar dengan simbol ‘S’ gambar diatas. Simbol dari tokoh fiksi bernama Superman ini begitu populer di seantero dunia, tidak terkecuali Indonesia. Dari  film Superhero tersebut, tahukah Anda jika dibalik simbol dan film tersebut tersimpan ide cemerlang tentang kejayaan kaum Yahudi sebagai “Manusia Pilihan Tuhan” dan manusia lainnya tidaklah sempurna?

Jerry Siegel dan Joe Shuster, dua orang keturunan Yahudi dibalik pembuat tokoh Superman, dengan cerdas membingkai ide ini secara halus dalam gaya penyajian yang enak dinikmati oleh siapa saja.

Simbol huruf “S” pada gambar di atas banyak memiliki arti. Tetapi yang lebih dekat maknanya adalah SION dan SAMIRI. Untuk Sion, semua orang tahu kalau ini adalah bukit yang ingin dikuasai semata oleh Yahudi dalam gerakan Zionis. Dan gerakan ini berasal dari nama Sion.

10 Racun Dalam Diri Kita yang Tidak Disadari



1. Racun pertama : Menghindar

Gejalanya: Lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan, kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.

Antibodinya: Realitas

Cara: Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.

Ternyata Suamiku Tak Mau Mati Demi Aku?...




Bismillahir-Rahmanir-Rahim ..Suami ku adalah seorang insinyur, aku mencintai sifatnya yg alami & aku menyukai perasaan hangat yg muncul dihatiku, ketika aku bersandar di bahunya yg bidang. 3th dalam masa perkenalan dan 2th dalam masa pernikahan harus aku akui, bahwa aku mulai lelah, alasan-alasanku yg dulu mencintainya mulai berubah menjadi sesuatu yg
menjemukan.

Aku seorang wanita yg sentimentil, aku merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yg menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah aku dapatkan. Suamiku jauh berbeda dari yg aku harapkan. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapanku akan cinta yg ideal.

KISAH TUKANG KAYU



Seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dari profesi yang sudah ia geluti selama puluhan tahun. Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya.

Ia tahu ia akan kehilangan penghasilan rutinnya namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan rencana tersebut kepada mandornya. Sang Mandor merasa sedih, sebab ia akan kehilangan salah satu tukang kayu terbaiknya, ahli bangunan yang handal yang ia miliki dalam timnya. Namun ia juga tidak bisa memaksa.

"Bahan Renungan bagi Para Orangtua yang selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya ...... Sangat Menyentuh..."



Ranking 23 : "Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan"

Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap
mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan
dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang
sesungguhnya.

Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun
anak kami ternyata menerimanya dengan senang hati.