Keinginanku cuma satu: Hidup tanpa bahaya apa pun bersama Mama, Baba, kakak-kakak perempuanku, abangku Mahmud. Aku sendiri anak ke delapan. Mahmud satu tahun lebih tua dariku. Aku cinta sekali semua kakak-kakak perempuanku. Mainanku banyak di rumah.
Pada hari Rabu 2 Januari 2013 lalu, Mama masak makanan enak dan kami makan di dekat pemanas rumah. Sambil makan, aku main dengan Mahmud. Tiba-tiba roket dari MiG jatuh ke rumah kami. Itulah hal terakhir yang aku ingat.
Sekarang semua sudah tidak ada. Mamaku, Aminah Jum’ah, Babaku ‘Adnan Jum’ah, kakak sulungku Du’a, saudara-saudara perempuanku yang lain Habah, Bayan, Rawn, Hanan, Hanin dan abangku tercinta Mahmud, juga sudah pergi.
