Sabtu, 28 Juli 2012

Anak Kecil Bertanya Pada Kakeknya: " Apa Guna Baca Al-Qur'an ?"




Di lereng bukit terpencil, di tepi sungai, tinggallah seorang kakek dengan cucu kesayangannya. Sang kakek adalah muslim yang taat, dan gemar membaca Al-Qur'an. Ia selalu memulai harinya dengan membaca ayat demi ayat kalam Ilahi.
Adapun si cucu, ia begitu gemar mengikuti sang kakek dalam setiap tindak-tanduknya.

Pada suatu pagi yang dingin, si cucu curhat pada kakeknya : " Kek, aku sangat gemar baca Al-Qur'an seperti kakek.., tapi seringkali aku ndak paham apa yg kubaca, kalau pun paham sedikit, aku langsung lupa begitu mushaf kututup..?!
Terus, apa gunanya baca Al-Qur'an ?"

Waktu itu kakek sedang menambahkan arang ke tungku perapian, ia menoleh pada cucunya dan dengan lembut ia berkata : " Cucuku, tolong ambil keranjang arang yg kosong itu, isilah dengan air sungai sampai penuh, dan bawa ke sini…"

Ini Yang Terjadi dengan Tubuh Kita Selama Berpuasa




Tak perlu takut kehabisan tenaga saat berpuasa, sehingga Anda memilih untuk bermalas-malasan dan mengurangi aktivitas fisik dari biasanya. Selama berpuasa, tubuh Anda menghasilkan energi sendiri dengan membakar sumber daya yang disimpan oleh tubuh. Simpanan ini terbuat dari kelebihan lemak, karbohidrat, dan gula untuk menghasilkan energi.

Hati adalah organ yang paling signifikan dalam proses ini, mengubah lemak menjadi zat kimia yang disebut keton tubuh berupa tiga senyawa larut dalam air yang kemudian digunakan sebagai sumber energi.

Buka Puasa makan Kurma, Jantung Jadi Oke




Puasa ternyata mempunyai manfaat bagi kesehatan, bisa menjadi terapi untuk penyembuhan beberapa penyakit degeneratif. Kurma yang biasa disajikan selama bulan Ramadan mengandung zat-zat gizi yang bisa mencegah gangguan pada jantung.

Puasa dalam definisi agama Islam adalah tindakan menahan hawa nafsu, termasuk makan, minum, dan sanggama sejak waktu imsak hingga waktu berbuka puasa saat magrib tiba, dengan niat ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Puasa fardu ain (puasa wajib) berlaku bagi semua umat muslim yang beriman untuk dilaksanakan selama bulan Ramadan selama 29 atau 30 hari.

Minyak... dan al aqsha



Ketika Raja Faisal memutus pasokan minyak hingga negara-negara barat mengalami krisis minyak pada Oktober 1973, ia melontarkan kalimat yang terkenal :

"Kami dan leluhur kami telah mampu bertahan hidup dari kurma dan susu, dan kami akan kembali dengan cara itu lagi
untuk bertahan hidup (tanpa bantuan barang-barang dari barat)"

Di hari itu, Henry Kissinger (Menteri Hubungan Luar Negeri Amerika Serikat) mengunjungi Raja Faisal dan mencoba membujuknya untuk menarik
keputusannya. Dalam memoarnya, ia menjumpai sang Raja sedang murung, maka Henry Kissinger mencoba melontarkan sebuah lelucon untuk menghibur sang Raja:

Siang bertempur, petang berbuka puasa bersama



 Mereka adalah Mujahidin di Suriah, yang sedang bertempur sengit di kota Aleppo dengan pasukan rezim Bashar Assad. Siang hari mereka bertempur dengan sekuat tenaga, meski sedang berpuasa.



Petangnya mereka berbuka bersama, malamnya mereka sempatkan untuk sholat malam berjama'ah (tarawih). Subhanallah.

Sombong vs Ta'at




Pada hari Jum'at (27/7/2012) lalu, terlihat sekelompok Muslim Palestina sedang melakukan sholat berjama'ah (nampaknya siang atau sore) di luar rumah keluarga Muslim bernama Khalid Natshe, yang diusir dari rumah mereka oleh para pemukim Yahudi di timur Yerusalem, Beit Hanina.

Di sela-sela protes, mereka tak lupa waktu sholat, terlihat di sofa seorang Yahudi sedang duduk dengan sombongya, sementara kaum Muslimin sedang bersujud kepada Rabb mereka dengan tunduk.

Babi itu kan haram untuk semua umat Islam saja




”Pak kyai, sebagai non muslim, saya suka bertanya-tanya, Islam itu suka ngada-ngada ya?”, seorang dengan penampilan khas tiba-tiba menghadang kyai, lepas kyai memberikan ceramah.

”Ngada-ngada bagaimana?”, kyai heran. Kok bisa-bisanya ada orang tanpa permisi maen nyelonong kaya begitu. Mancing-mancing lagi.

”Babi kan diharamkan dalam Islam”, orang itu menangkap ceramah kyai soal keharaman babi. Rupanya orang ini memang punya niat melempar masalah, bukan sekedar mancing-mancing.

”Betul”, kyai menanggapi adem.

”Tapi kok, Allah yang mengharamkan babi, malah nyiptain babi? Ini kan buang-buang energi namanya. Sudah
diharamkan, diciptakan juga”, orang itu segera menumpahkan isi hatinya. Wah, reseh nih orang kata kyai dalam hati.

Pertanyaan yang membuat seorang Mufti Saudi menangis



 

Dalam sebuah acara live di salah satu saluran TV, seorang Syaikh (seorang Mufti) mendapat pertanyaan dari Somalia:
"Apakah puasa Saya diterima (sah) jika kami tidak memilki makanan untuk sahur atau iftar (berbuka)?"

Seketika Mufti itu menangis karena mendengar pertanyaan "Apakah puasa Saya sah jika kami tidak memiliki makanan untuk sahur atau iftar?"

Kamis, 26 Juli 2012

Mengapa Rasulullah sangat sayang terhadap kucing




NABI  Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.

Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.
Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

( Tidak selalu ) Salah Demokrasi



 

Seseorang membagi-bagikan sebuah komik ringkas menarik dengan penuh semangat.  Katanya, komik tersebut akan menjelaskan dengan sangat sederhana mengapa demokrasi telah merusak kehidupan kita dan niscaya akan membawa kita pada kehancuran.  Sebuah kata-kata yang sangat kuat yang tidak mungkin bersumber selain dari keyakinan penuh.  Tapi marilah kita simak ceritanya.

Alkisah, ada suatu percabangan rel kereta api.  Cabang yang pertama adalah yang sudah lama tak digunakan lagi, sehingga tak ada kereta yang melewati jalur itu.  Cabang kedua adalah jalur yang kini sering digunakan.  Sudah barang tentu, jalur pertama adalah tempat yang aman bagi siapa pun, sedangkan jalur kedua harus dijaga baik-baik agar tidak ada jatuh korban.