Rabu, 08 Mei 2013

Apakah Jin Juga Mengalami Kematian?



DUNIA jin yang ghaib tak pernah putus disukai oleh manusia. Satu pertanyaan yang menyeruak; apakah jin juga mati layaknya manusia?

Keterangan yang kita dapati dari beberapa riwayat menunjukkan bahwa jin itu seperti manusia, yaitu bisa meninggal juga. Perlu kita garis bawahi bahwa jin itu berbeda dengan iblis yang secara khusus telah diberikan ajal sampai kiamat tiba.

Ketika Allah SWT mengutuk iblis lantaran tidak taat kepada-Nya untuk bersujud kepada Nabi Adam as, iblis masih memohon untuk ditangguhkan masa hidupnya hingga akhir zaman. Permintaan terakhir itu pun dikabulkan Allah SWT.
Iblis menjawab, “Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan!”

Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”

Subhanallah, Suara Al Qur’an Dapat Sembuhkan Penyakit



Pembaca yang budiman! Saya dapat mengatakan dengan yakin menurut pengalaman saya  suatu perubahan  dalam hidup Anda. Anda bisa mendapatkan hasil yang besar yang tidak terduga dapat mengubah hidup Anda benar-benar seperti yang terjadi pada diri saya sebelumnya.

Apa yang harus Anda lakukan adalah  mendengarkan pembacaan Al Qur’an sebanyak yang Anda dapat setiap saat: di pagi hari, sore hari, di malam hari, ketika Anda sedang tidur, ketika Anda bangun dan sebelum tidur. Yang Anda butuhkan untuk mendengarkan Al Qur’an adalah memiliki media seperti Laptop, tape recorder, sebuah iPod atau mp3 dengan headphone, TV, radio atau perangkat lain.
Bunyi bacaan Al Qur’an memiliki gelombang suara yang memiliki frekuensi tertentu dan panjang gelombang tertentu. Gelombang ini menyebarkan medan  gelombang  yang mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangannya.

10 NASIHAT ORANG TUA,YANG TENYATA BERGUNA BAGI KECANTIKAN



Terkadang kita merasa kesal dengan omelan orng tua,meskipun kita tahu maksudnya baik.Namun,adabaiknya kita lebih menuruti nasihat-nasihat mereka,karena beberapa diantaranya ternyata bisa membantu kita menjaga kecantikan.

Apa saja?

①. "Jangan terlalu sering makan mie instan!"
Berbagai produk instan serta makanan cepat saji berpotensi membuat tubuh memproduksi lebih banyak insulin.Insulin memicu androgen untuk memproduksi lebih banyak minyak.Hasilnya,wajahpun jadi lebih mudah berjerawat.
②. "Jangan cemberut!"

Kisah Seorang Pemuda Dan Bidadari Bermata Jeli



Abdul Wahid bin Zaid berkata, “Ketika kami sedang duduk-duduk di majelis kami, aku pun sudah siap dengan pakaian perangku, karena ada komando untuk bersiap-siap sejak Senin pagi. Kemudian saja ada seorang laki-laki membaca ayat, (artinya) ‘Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan memberi Surga.’ (At-Taubah: 111). Aku menyambut, “Ya, kekasihku.”
Laki-laki itu berkata, “Aku bersaksi kepadamu wahai Abdul Wahid, sesungguhnya aku telah menjual jiwa dan hartaku dengan harapan aku memperoleh Surga.”

Aku menjawab, “Sesungguhnya ketajaman pedang itu melebihi segala-galanya. Dan engkau sajalah orang yang aku sukai, aku khawatir manakala engkau tidak mampu bersabar dan tidak mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini.”

Siap Jadi Pemimpin atau Pelayan?



 Seorang cendekiawan Perancis, Andre Malraux, mengatakan, “Memimpin itu melayani, tidak lebih dan tidak kurang.”

Ia memang hidup di masa-masa peperangan di abad ke 20. Perang dunia kedua dan beberapa peperangan di Eropa membesarkan naluri kepemimpinannya, di luar insting seninya yang memang sudah ada dan berkembang.
Banyak yang tahu ungkapan Malraux, tapi tak banyak yang sanggup melaksanakannya. Seringkali yang terjadi malah sebaliknya, “Memimpin itu dilayani, tidak lebih dan tidak kurang.”

Praktiknya, ingin dilayani itu menjadi semakin lumrah kita jumpai di masa-masa sekarang ini. Oleh karena itu tidak jarang banyak kekacauan terjadi di berbagai wilayah. Semua ingin dilayani.

Al Hajjaj bin Yusuf: Kezhaliman dan Jasanya bagi Islam



Al Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi adalah salah seorang gubernur di Baghdad di bawah pemerintahan Khalifah Bani Umayyah, ‘Abdul Malik bin Marwan. Seorang yang zhalim, banyak membunuh, dan fasiq. Walaupun demikian, beliau turut memiliki jasa dan kebaikan. Memiliki sumbangan dalam meletakkan baris bacaan Al Qur’an, membantu banyak usaha meluaskan kerajaan Bani Umayyah. Beliau juga termasuk tokoh yang ahli dalam strategi peperangan. Ia berasal dari kabilah Tsaqif.

Kata Imam Al Hafizh Adz Dzahabi rahimahullah (Wafat: 748H)  mengenai Al Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi:

Nenek 18 Cucu, Masih Semangat Belajar Baca Tulis



Di usianya yang sudah 62 tahun, Suliyah warga Dusun Babatan, Desa Kedawong, Kecamatan Diwek, Jombang ini masih memiliki semangat belajar membaca dan menulis. Sejak satu setengah tahun yang lalu, wanita yang memiliki 11 anak dan 18 cucu ini mengikuti program bimbingan belajar bagi buta aksara.


Di masa mudanya, wanita yang akrab disapa mbah Sul ini tidak bisa mengikuti sekolah seperti laiknya anak-anak di jaman sekarang. Waktunya banyak dihabiskan untuk bekerja di sawah membantu orang tua. Maklum saja, ia memang bukan dari kalangan keluarga bangsawan atau ningrat.

Sejak kecil hingga besar dan akhirnya menikah, Mbah Sul tidak pernah menikmati bagaimana rasanya duduk dibangku sekolah. Hingga ia dikarunia 18 cucu dari 11 anaknya, Mbah Sul tidak pernah bisa membaca dan menulis.

10 Fakta Tentang Kelahiran Yang Patut Kita Tahu



1. Hanya 5% bayi yang lahir pada tarikh EDD (Estimated Due Date) mereka. Kebanyakannya lahir antara minggu ke 37 dan 42 kehamilan.

2. Sehingga bersalin, rahim ibu akan mengembang 500 kali ganda dari saiz normal untuk menampung kandungannya..

3. Purata darah yang hilang melalui proses kelahiran normal adalah 500ml.
4. 80% wanita mengalami sindrom “Baby Blues” semasa 2 minggu terawal selepas bersalin disebabkan oleh perubahan hormon badan.

Kebenaran Hadits & Sains: MASALAH HAID PADA WANITA



 Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:

خَرَجْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلاَ نُرَى إِلاَّ الْحَجَّ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِسَرِفَ أَوْ قَرِيبًا مِنْهَا حِضْتُ فَدَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- وَأَنَا أَبْكِى فَقَالَ « أَنَفِسْتِ ». يَعْنِى الْحَيْضَةَ. - قَالَتْ - قُلْتُ نَعَمْ. قَالَ « إِنَّ هَذَا شَىْءٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ فَاقْضِى مَا يَقْضِى الْحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِى بِالْبَيْتِ حَتَّى تَغْتَسِلِى ». قَالَتْ وَضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نِسَائِهِ بِالْبَقَرِ.”Kami keluar (safar) bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan tujuan kami hanyalah ibadah haji. Sampai ketika kami tiba di Sarif atau dekat dengannya, aku mengalami haid. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk menemuiku sementara aku sedang menangis. Lalu beliau bertanya:”Apakah engkau mengalami nifas?” maksudnya adalah haid (menstruasi). ‘Aisyah berkata:”Aku jawab:’Iya.’” Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:”Sesungguhnya ini adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan (takdirkan) bagi kaum wanita dari anak cucu Adam. Maka lakukanlah amalan-amalan haji, hanya saja janganlah engkau Thahwaf di Ka’bah sebelum engkau mandi (setelah suci dari haidh).” 'Aisyah berkata:”Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkurban dengan menyembelih seekor sapi yang diniatkan untuk semua isterinya.” (HR. Muslim no 2976).

Berkaca Pada Ummu Muadzah


 Shilah bin Ashyam Al-Adawi dan istrinya Mua’dzah binti Abdullah Al-Adawiyah tinggal di kota Bashrah. Anak mereka bernama Shahba’. Keluarga itu dikenal sebagai keluarga Abu Shahba’ atau Abu Sya’tsa’, keluarga ulama, orang shalih, zuhud, ahli ibadah dan mujahid.

Ulama hadits dan sejarawan Islam, imam Adz-Dzahabi menulis, “Seorang yang zuhud, ahli ibadah, tokoh teladan, Abu Shahba’ Al-Adawi Al-Bashri, suami dari ulama wanita Mu’adzah Al-Adawiyah.” (Siyar A’lam An-Nubala’, 3/497)
Imam Adz-Dzahabi juga menulis, “Tokoh wanita, ulama wanita, Ummu Shahba’ Al-Adawiyah Al-Bashriyah, ahli ibadah, istri dari tokoh dan suri teladan: Shilah bin Ashyam.” (Siyar A’lam An-Nubala’, 4/508)

Ketika pasukan Islam diberangkatkan ke medan jihad Sijistan, perbatasan Iran-Afghanistan, Shilah dan anaknya turut serta. Pasukan Islam harus menghadapi pasukan musyrik bangsa Turki yang datang dari Asia Tengah dan telah memasuki negeri Khurasan.

Al-’Alla’ bin Hilal menuturkan: “Seorang laki-laki dalam barisan pasukan Islam bercerita kepada Shilah: “Wahai Abu Sahba’, tadi malam aku bermimpi. Dalam mimpiku, aku meraih satu syahid dan engkau meraih dua syahid.”