Musim ini terdapat puluhan pemain sepakbola profesional Muslim yang mengadu nasib di berbagai liga di Eropa. Banyak di antara mereka yang sukses meniti karier di sana, tanpa harus mengikuti kultur dan tabiat warga lokal.
Keteladanan para pemain Muslim itu layak diapresiasi. Mereka tidak berkilah dengan alasan demi mengejar kata profesional agar bisa bersaing dengan pemain mancanegara lainnya. Contohnya, gelandang Manchester City yang menolak dengan sopan ajakan rekannya untuk meminum sampanye guna merayakan kemenangan.
Masih banyak contoh lain yang layak diungkap. Berikut beberapa teladan yang ditunjukkan pemain itu.

