Senin, 18 Februari 2013

SEJARAH IKHWANUL MUSLIMIN TERULANG KEMBALI KEPADA PKS HARI INI



Hari ini admin akan menuliskan sbuah kisah"Sejarah Ikhwanul Muslimin Terulang Kembali kepada PKS hari ini,kejadian Ustadz Yusuf Supendi kepada PKS juga pernah terjadi kepada Ikhwanul Muslimin yang diserang abis2san oleh mantan kadernya sendiri dan sekaligus juga sebagai pendiri IM,begitu juga dengan PKS diserang abis-abisan oleh mantan kadernya sendiri dan juga sekaligus Pendiri PKS,namun kisah ini ada sedikit perbedaan yaitu kalau kadernya IM,As-Sukari keluar dan menyerang IM karna dipengaruhi oleh pendukung partai Wafd (sekuler),tapi kalau Ustadz Yusuf Supendi keluar dahulu/dipecat karna tidak mau mengikuti peraturan partai lalu balik menyerang PKS dengan dukungan partai sekuler disaat ini...,untuk lebih jelasnya silahkan baca kisah dibawah ini,smoga antum semua bisa termotivasi untuk tidak cepat mempercayai fitnah-fitnah dari ustad Yusuf Supendi..
Dalam kitab Aku dan Al-Ikhwan Al-Muslimin Dr. Yusuf Al-Qaradhawi mengutip kisah masa lalu seputar perselisihan jama'ah IM dengan Partai Al Wafd yang hari ini dapat dijadikan pelajaran berharga bagi setiap da'i yg ikhlas berjalan di atas jalan da'wah: …
Pendukung partai Wafd terus menebar tipu daya terhadap Ikhwan. Hingga akhirnya mempengaruhi seorang Ikhwan bernama Ustadz Ahmad As-Sukari yang di kenal memiliki kecenderungan kepada Al-Wafd. As-Sukari menyatakan diri keluar dari Ikhwan dan berbalik menyerang secara khusus terhadap pimpinan Ikhwan, Hasan Al-Banna. Harian Al-Wafd menyediakan ruangan khusus di halaman pertamanya untuk Ahmad As-Sukari yang bertema “Bagaimana kekeliruan Hasan Al-Banna dalam Dakwah Ikhwanul Muslimin?”
.
Mereka mengira tulisan-tulisan itu akan memecah barisan Ikhwan dan menyebabkan sebagian besar Ikhwan keluar mengikuti jejak Ahmad As-Sukari. Namum kenyataannya, keluarnya As-Sukari dari barisan Ikhwan ibarat menarik sehelai rambut dari tepung. Tak ada yang menangisi kepergiannya, tak ada hati yang peduli merindukannya. Para Ikhwan hanya menyayangkan apa yang ia tulis di media massa tersebut. Ikhwan berusaha menyikapi hal ini sebagaimana firman Allah SWT: "Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil". (Al Qashash:55)

Ada juga yang mengikuti sikap As-Sukari, tapi itu sangat sedikit dan sama sekali tidak mempengaruhi sikap Ikhwan yang lainnya. Hasan Al-Banna sendiri tidak membalas serangan dan kritikan Ahmad As-Sukari secara khusus. Al-Banna hanya menuliskan sebuah makalah yang berisi harapan agar perpisahan dirinya dengan As-Sukari dilakukan dengan baik, tidak melupakan kebaikan masing-masing, tetap menyambung hubungan baik diantara mereka meski telah berpisah jalan. Al-Banna mengatakan bahwa dirinya tak ingin masuk ke dalam peperangan itu, dan menyerahkan semua urusannya kepada Allah SWT, dengan mengutip firman Allah SWT: “Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu, tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita)". (Asy Syura:15)

Catatan : As-Sukari adalah sekjend sekaligus pendiri Ikhwanul Muslimin, berasal dari Ismailiyah. Beliau berjuang bersama imam syahid dan bahu-membahu membesarkan jamaah. Namun pada akhirnya dia pula yang merusaknya. Sejarah pasti berulang, WATILKAL AYYAMU NUDAWILUHA BAINAN NAAS...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.