Kamis, 31 Oktober 2013

Kudeta Mesir dan Wajah Asli Demokrasi


Dr. Fuad Bakrain Ash-Shufi*

Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Mesir akhir-akhir ini telah menyingkap tabir yang menampakkan bahwa pengusung demokrasi, kebebasan dan HAM, hanya bisa fasih dalam berteori dan berpropaganda. Demokrasi dan HAM diusung hanya untuk menekan bangsa-bangsa lemah atau pemerintahan-pemerintahan yang dimusuhi. Dengan memaksakan mendapatkan posisi yang memungkinkan mereka mengacaukan keamanan dan stabilitas sehingga bisa memainkan agenda politiknya.
Di waktu yang sama, rejim-rejim tirani yang selama ini menindas rakyatnya dibiarkan begitu saja selama masih tunduk dan melaksanakan agenda-agenda Gedung Putih. Pengusung demokrasi tidak akan menyentuh rejim yang demikian, baik rejim itu kawan lama, kawan baru, atau yang akan segera berkawan.

Garang dan Haus Darah, Komunisme tak Laku lagi di Pasar Pemikiran Dunia


H. Taufiq Ismail
Penyair dan Sastrawan

Mengapa Komunis akhirnya hancur lebur dan sekarang tinggal sasa-sisanya seperti  Korea Utara dan Kuba, sementara China dan Vietnam telah menjadi Kapitalis ?

Setelah merajalela dengan gegap-gempita tiga-perempat abad lamanya di lima benua, dan mendapat perlawanan di mana-mana, akhirnya pada tahun 1991 lalu secara dramatis negara-negara pendukungnya yang menganut Marxisme-Leninisme-Maoisme roboh berturut-turut seperti rumah-rumahan kartu domino ditiup kipas angin.

Militerisasi, Konspirasi Baru di Tahun Ajaran Baru


Dr. Nadia Musthafa, dosen ilmu sosial Universitas Kairo, menyatakan bahwa tahun ajaran baru telah membuka adanya gejala baru konspirasi militer yang menunjukkan kondisi goyah pemerintah kudeta. Hal ini beliau sebutkan di akun facebooknya, Rabu (25/9/2013) kemarin.

Menurutnya, militer berusaha menakut-nakuti masyarakat dengan tindakan “upaya mengamankan sekolah”, seakan-akan sekolah adalah tempat yang berbahaya. Dengan demikian, akan ada rasa butuh terhadap militer.

Hey Jude, Hey Yahudi?


MUNGKIN sama seperti lagu-lagu The Beatles lainnya, kita tidak hafal, tidak mendengarkan, tidak paham, dan tidak menyukainya—itu apa pentingnya bagi kita, begitu sebagian orang bertanya tentang lagu “Hey Jude”. Tapi sejak kemunculannya, lagu gubahan Paul McCartney ini sudah menjadi lagu wajib jutaan orang yang menjadikan musik sebagai pilihan hidupnya. Ada apa di balik “Hey Jude”?

Jangan Makan Mie Instan Pakai Nasi


 Mie instan adalah makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia. Padahal kita tahu mie instan itu bukan makanan khasa Indonesia. Makanan khas Indonesia adalah nasi, sagu dll. Mie instan adalah makanan luar negeri kali ya, yang saya tahu sich dari Jepang.
Kenyataan dalam kehidupan kita saat ini mie instan dijadikan komoditi bisnis besar sehingga di setiap sudut pasar dan tempat lain seakan tidak lengkap pandangan mata tanpa mie instan.

Senin, 28 Oktober 2013

FRANK RIBERY MENGAKU KUAT DENGAN ISLAM


Pemain sepak bola Prancis Frank Ribery mengatakan bahwa agama adalah privasi dan dia merasa Islam telah menguatkannya.
"Keyakinan agama saya adalah privasi saya. Saya percaya dan saya merasa berkembang secara rohani dan kuat karena saya lebih suka menjadi seorang Muslim," kata Ribery kepada Anadolu Agency sebagaimana yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA), Ahad (27/10).
Ribery yang bermain di Bayern Munchen, Bundesliga Jerman, mendapat gelar UEFA Best Player di Eropa musim lalu itu adalah salah satu pesaing Lionel Messi Barcelona dan Cristiano Ronaldo Real madrid, untuk memenangkan Ballon d'Or pada 13 Januari 2014.

Mesir Seperti Orang Sakit


Hazem al-Beblawi menganalagikan negaranya seperti orang yang sedang sakit akibat krisis politik selama berbulan-bulan. Menurut Perdana Menteri sementara Mesir itu, Mesir membutuhkan waktu untuk proses pemulihan.
Pernyataan tersebut disampaikan Beblawi ketika tiba di Mesir, usai lawatan tiga dari di Uni Emirat Arab. Dalam pertemuan dengan anggota masyarakat Mesir di Abu Dhabi, Beblawi mengatakan, banyak langkah yang diambil untuk memulihkan keamanan dan ekonomi di Mesir.

Kapankah Tantangan Debat Terbuka Dr. Zakir Naik dipenuhi Vatikan?


Ahmed Deedat dan Zakir Naik, Ada yang belum Mengenal 2 Orang Da’i ini?  Mereka adalah guru dan murid, Zakir Naik sedang berguru saat Ahmed Deedat sudah keliling Benua Amerika, Eropa dan Australia, namun sekarang Zakir Naik lah penerus sang guru dengan total terjun di dunia dakwah dan berhenti dari profesi sebagai Dokter Medis.

Mereka berdua sama-sama memiliki darah India, namun Ahmed Deedat dibesarkan di Afrika, Keduanya sama-sama memiliki gelar Da’i sejuta Ummat, keduanya terjun ke dunia dakwah lintas agama dan telah meng-islam-kan puluhan ribu orang.
Ahmed Deedat terlihat lebih nekat, beliau berdakwah bukan di Mesjid namun mendatangi gereja-gereja jemaat pusat di Eropa Amerika dan Australia, langsung ingin berhadapan dengan cendikiawan, pastur-pastur dan akademisi kristen.

Rahasia Medis di Balik Sunnah Rasulullah “Jangan Tidur Terlalu Malam”


Diantara kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah menyegerakan tidur setelah shalat Isya’, jika tidak ada keperluan penting. Rasulullah juga menganjurkan umatnya untuk tidak tidur terlalu malam.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah merekam kebiasaan Rasulullah itu dalam kitabnya,Zadul Ma’ad. “Termasuk kebiasaan beliau,” tulis Ibnu Qayyim pada babTuntunan Rasulullah dalam Tidur dan Bangun, “tidur di awal malam dan bangun di bagian akhirnya. Terkadang beliau begadang di awal malam untuk mengurusi berbagai kepentingan orang-orang miskin.”
Situs resmi UGM Fakultas Kedokteran Bagian Radiologi melansir penemuan terbaru tentang penyebab kanker hati.

Mengatasi Kecanduan Pornografi


UNTUK mengatasi pornografi, apalagi yang sudah kecanduan memang tidak mudah karena kecanduan pornografi adalah penyakit yang paling susah untuk diobati. Namun, jika sudah niat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecanduan pornografi tersebut.

Mengapa kecanduan pornografi sangat sulit untuk diobati, ini dikarenakan kecanduan pornografi merupakan kecanduan yang menyerang “jantung” manusia.  Seksualitas adalah pendorong utama yang merupakan kebutuhan dari setiap manusia.

Layaknya kecanduan bahan kimia, kecanduan akan pornografi juga cenderung menggantikan sesuatu yang penting dalam seks atau bentuk lain dalam pornografi, karena orang yang sudah kecanduan ponografi biasanya menggunakan media seperti majalah, video, atau mengakses internet.