Senin, 09 Juni 2014

Ilmuwan Temukan Trik Cerdas Orang Mesir Kuno dalam Membangun Piramida

Sebuah patung besar sedang diangkut dengan pengeret. Seseorang berdiri di depan pengeret membasahi pasir. (Al-Ahram Weekly, 5-11 Agustus 2004, issue 702 / fom.nl)

Menarik seluruh batu kapur berukuran blok besar untuk membangun monumen yang sangat besar seperti piramida membutuhkan trik, khususnya pada 4000 tahun yang lalu.

Sebuah tim fisikawan menemukan sebuah trik orang Mesir kuno yang mungkin telah digunakan untuk memindahkan batu-batu pada pengeret sepanjang area pasir, yaitu: air.

Pasir menumpuk di depan pengeret ketika ditarik di atas pasir kering (kiri). Pada pasir basah (kanan), hal tersebut tidak terjadi. (fom.nl)

Tim fisikawan dari FOM Foundation dan University of Amsterdam mempelajari, ketika memindahkan pengeret, orang-orang Mesir kemungkinan membasahi pasir di depan mereka untuk membuatnya lembab, dan akibatnya mengeras. Berdasarkan penelitian mereka, basah, pasir yang mengeras membagi dua kekuatan yang dibutuhkan untuk menarik batu-batu yang berat dan patung dibandingkan pasir yang kering.

Masalahnya adalah (salah satu Anda mungkin pernah mengalami sebelumnya): jika Anda menarik sesuatu melalui pasir, pasir mulai menumpuk di depan obyek apapun (dalam kasus Mesir, pengeret batu dan patung yang beratnya berton-ton) yang sedang Anda tarik.

Untuk mengatasi hal tersebut sepertinya sederhana: menuangkan air di atas pasir, tapi jumlah air harus tepat dan dikendalikan agar dapat bekerja. Dalam studi tersebut, tim fisikawan menjelaskan bahwa menambahkan air ke pasir akan membentuk “jembatan-jembatan” antara butiran pasir yang menfasilitasi pergeseran. Tapi menambahkan terlalu banyak air akan membuat “jembatan-jembatan menyatu”, mengurangi kemudahan geser dan meningkatkan gesekan.

Ternyata, triknya sudah ada di hadapan kita selama ini. Di makam Djehutihotep di tenggara Mesir, sebuah lukisan dinding yang menggambarkan pergerakan patung menunjukkan orang berdiri di depan pengeret menuangkan air di atas pasir.

Tim tersebut menerbitkan hasil studi mereka pada Physical Review Letters tanggal 29 April 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.