Minggu, 24 Maret 2013

Kabinet Baru Zionis Alami Kekacauan Politik Dan Keamanan



Penulis dan pengamat masalah zionis, Muhammad Khalil Muslih melihat bahwa pemerintahan baru zionis saat ini mengalami kekacauan politik dan keamanan dalam menghadapi  persoalan yang sedang hangat, masalah Iran, perlawanan Palestina di Gaza dan di Libanon Selatan.

Kepada Pusat Informasi Palestina, Muslih menyatakan, Perdana Menteri Zionis membentuk pemerintahan barunya tanpa mengikutsertakan Yahudi Ortodoks yang diwakili partai Syash dan Yahudat Haturah. Hal ini membuatnya kehilangan sekutu tradisionalnya yang menjadi mayoritas di cabinet terdahulu.
Pada dasarnya kesuksesan Netanyahu membentuk pemerintahan ini tidaklah mudah, bahkan mendapat tantangan besar. Saya melihatnya sebagai awal dari kekacauan pemerintahan zionis, dan secara alamai akan menambah emosi partai Likud terhadap Netanyahu, yang akan berdampak buruk, ungkap Muslih.
Muslih berpendapatakan ada banyak perubahan besar dalam kinerja pemerintahan zionis mendatang, namun prioritasnya sangat berbeda dengan yang terdahulu.

Menurutnya, partai Likud Baituna dan Netanyahu akan tetap memprioritaskan persoakan Iran, kemudian kondisi sosial zionis dan perekonomian internal, setelah itu persoalan Palestina.

Agenda lainnya menurut Muslih terfokus pada sisi sosial dan ekonomi zionis, merealisir harapan warganya, dan tidak memfokuskan kepada persoalan Palestina, kecuali sekedar melindungi citra zionis di hadapan opini public internasional.

Mengenai sikap zionis terkait masalah nuklir Iran, Muslih berpendapat, masalah ini terkait erat dengan perundingan yang akan digelar dengan Presiden Obama saat berkunjung ke entitas zionis dan Netanyahu.

Menurutnya, Obama akan berupaya membujuk zionis supaya tidak melakukan operasi militer menghadapi Iran.

Sementara mengenai sikap zionis terhadap Gaza dan Libanon Selatan, untuk saat ini tidak akan ada eskalasi, baik di Gaza maupun dengan Hizbullah, namun diperkirakan ada tekanan terhadap Mesir agar semua faksi menghormati gencatan senjata dan melarang penyelundupan senjata.

Muslih menyatakan, situasi di lapangan tetap menjadi penentu hubungan antara perlawanan dan penjajah zionis, perubahan yang terjadi bisa jadi merupakan respon namun tidak akan sampai berujung kepada perang terbuka.(infopalestina)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.