Selasa, 26 Maret 2013

KETIKA BERUANG BERUBAH MENJADI PAUS



beruang
 “...Saya melihat tidak adanya kesulitan pada sekawanan beruang untuk mengalami perubahan bentuk dan kebiasaan hidup akibat seleksi alam, sehingga menjadi semakin sesuai untuk lingkungan perairan, dengan mulut yang semakin bertambah besar, hingga dihasilkan seekor makhluk sebesar ikan paus...” (Charles Darwin)

Para pendukung teori evolusi (biasa disebut sebagai kaum evolusionis) mengatakan, “kehidupan muncul dari benda tak hidup dengan sendirinya tanpa sengaja diciptakan”. Pernyataan ini telah digugurkan oleh ilmu pengetahuan masa kini. Selain itu, tidak dijumpai mekanisme atau rangkaian peristiwa apa pun di alam yang mendorong terjadinya evolusi. Tidak ada mekanisme alamiah yang dengannya sebuah sel dapat berubah menjadi makhluk hidup yang berukuran lebih besar dan rumit, dan seterusnya sehingga sel ini dapat dikatakan sebagai nenek moyang dari jutaan jenis makhluk hidup yang berbeda.
Rusa takkan menjadi kuda

Darwin mengemukakan sebuah penjelasan yang ia anggap sebagai peristiwa alamiah yang mampu mendorong terjadinya evolusi yang digagasnya. Peristiwa alamiah ini disebut seleksi alam. Judul buku yang ditulis Darwin dengan jelas menunjukkan perhatian khusus yang ia berikan pada seleksi alam ini: The Origin of Species by means of Natural Selection (Asal-Usul Spesies, Melalui Seleksi Alam).

Seleksi alam didasarkan atas anggapan bahwa makhluk hidup yang kuat dan yang mampu menyesuaikan diri dengan baik dalam lingkungan tempat hidupnya akan terus bertahan hidup. Misalnya, dalam sekelompok rusa yang diburu oleh pemangsa seperti harimau, rusa-rusa yang mampu berlari lebih cepat akan tetap hidup. Setelah sekian lama, yang akan tersisa dalam kelompok tersebut adalah rusa-rusa yang kuat dan gesit, karena yang lemah dan lamban telah menjadi mangsa dan punah. Hal ini memang terjadi dan dapat diterima. Akan tetapi perlu diingat bahwa peristiwa ini tidak akan menjadikan rusa berevolusi. Dengan kata lain, seleksi alam tidak merubah rusa-rusa kuat tersebut menjadi spesies hewan lain seperti kuda, misalnya. Seleksi alam hanya menghilangkan anggota-anggota hewan yang lemah, cacat dan berpenyakit; dan menjaga kelestarian dan kesehatan spesies tertentu. Jadi, seleksi alam bukanlah pendorong terjadinya evolusi karena tidak mampu merubah spesies yang satu menjadi spesies lain yang berbeda.

Darwin sebenarnya juga sudah menyadari masalah ini. Inilah sebab mengapa ia mengaku dalam bukunya The Origin of Species dengan mengatakan:

Seleksi alam tidak berperan apa pun selama perubahan yang menguntungkan tidak pernah terjadi.
(Charles Darwin, The Origin of Species, A Facsimile of the First Edition, Harvard University Press, 1964, hlm. 189)

Bayi-bayi tanpa lengan

Berkenaan dengan kemunculan sifat-sifat menguntungkan, Darwin sangat terpengaruh oleh gagasan biologiwan Prancis semasanya, yakni Lamarck. Lamarck berpendapat, makhluk hidup mewariskan sifat-sifat yang diperolehnya semasa hidup kepada keturunan berikutnya.

Menurut Lamarck, jerapah berevolusi dari hewan mirip rusa. Leher mereka memanjang dari keturunan ke keturunan berikutnya karena senantiasa berusaha menggapai cabang pohon yang lebih tinggi untuk mendapatkan makanan. Lamarck juga percaya bahwa jika lengan dari anggota sebuah keluarga dipotong selama beberapa keturunan, maka setelah sekian lama bayi-bayi keturunan keluarga ini akan terlahir tanpa lengan.

Darwin sangat terpengaruh oleh contoh-contoh ini. Ia kemudian memunculkan pernyataan yang lebih berani. Dalam bukunya The Origin of Spesies, ia mengatakan bahwa sejumlah beruang ketika mencoba berburu di perairan, berevolusi menjadi ikan paus. Darwin mengatakan dalam bukunya:

...Saya melihat tidak adanya kesulitan pada sekawanan beruang untuk mengalami perubahan bentuk dan kebiasaan hidup akibat seleksi alam, sehingga menjadi semakin sesuai untuk lingkungan perairan, dengan mulut yang semakin bertambah besar, hingga dihasilkan seekor makhluk sebesar ikan paus.
(Charles Darwin, The Origin of Species, a facsimile of the First Edition, Harvard University Press, 1964, hlm. 215)

Lamarck dan Darwin telah keliru. Pendapat mereka bertentangan dengan sejumlah hukum dasar biologi. Hal ini dapat dimengerti mengingat di masanya, genetika, mikrobiologi dan biokimia belumlah ada sama sekali sebagai cabang ilmu pengetahuan. Bahkan hukum pewarisan sifat belumlah dikenal sama sekali.(harunyahya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.