Jumat, 13 Juli 2012

Penyebab kanker ditemukan dalam bahan Coca-Cola?



Siapa sih yang tidak kenal dengan brand minuman bersoda Coca-Cola? Setiap hari, setidaknya 1,6 juta kaleng dan botol minuman berkarbonasi ini diteguk masyarakat dunia. Coca-Cola pun jadi salah satu merk minuman yang paling terkenal di dunia.
Namun di balik nama besarnya, Coca-Cola ternyata punya rahasia 'kotor' yang seolah enggan diungkap. Pembuat minuman fenomenal ini selalu tertutup jika ditanya bahan apa yang digunakan untuk menghasilkan Coca-Cola. Kenapa ya?
Pihak Coca-cola selalu menyebutkan hanya ada dua orang yang tahu formula rahasia pembuatan minuman ini. Lucunya, dua orang itu tak pernah bepergian dengan pesawat yang sama. Sebab jika kecelakaan pesawat terjadi, resep Coca-Cola bisa terkunci selama-selamanya.
Meskipun cerita itu terkesan hanya dikarang agar Coca-Cola semakin laris, tetap saja tidak ada yang tahu bahan asli dari minuman tersebut. Para ahli farmasi di Amerika yang peduli tentang masalah ini kemudian menyelidiki kandungan yang ada dalam Coca-Cola. Coba tebak apa yang mereka temukan? Bahan yang ditakutkan bisa memicu penyakit kanker!

Bahan itu adalah senyawa kimia bernama 4-methylimidazole (4-MI) yang berfungsi memberi warna pada minuman Coca-Cola dan diduga bersifat karsinogen (penyebab kanker) oleh pihak kesehatan California. Coca-Cola di Amerika pun kini diproduksi dengan mengurangi bahan 4-MI atas teguran pemerintah di sana.
Mirip dengan Coca-Cola, minuman bersoda lain, Pepsi, juga bernasib sama. Seperti yang dilansir dari Daily Mail (30/06), Coca-Cola dan Pepsi yang dijual di Amerika disebut-sebut sedikit lebih 'sehat' karena kandungan karsinogen di dalamnya sudah dikurangi.

Persetujuan Coca-Cola di Amerika untuk mengurangi 4-MI sebagai bahan pembuatan minuman itu setidaknya membuat kita berpikir, sebenarnya seberapa sehat bahan baku pada setiap tetes minuman soda itu? Lantas apa pengaruhnya jika kita kerap mengonsumsinya?
Mungkin akan lebih bijak jika kita mengurangi konsumsi minuman bersoda yang komposisinya kerap dirahasiakan itu. Toh air putih sudah jelas lebih sehat meskipun warnanya polos dan tidak menarik, setuju?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.