Jumat, 13 Juli 2012

Mursi Tolak Ucapan Selamat PM Israel



Sejumlah media massa Israel memuat berita penolakan Presiden Mesir Muhammad Mursi atas ucapan selamat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai headline, Ahad (1/7). Mursi dilaporkan menolak kontak telepon dari Netanyahu yang ingin menyampaikan ucapan selamat atas kemenangannya sebagai presiden terpilih Mesir.

Gusar dengan penolakan itu, Netanyahu pun meminta agar Gedung Putih melakukan intervensi dalam masalah ini. Sumber Israel menyebutkan, secara pribadi Netanyahu meminta kepada Obama untuk menekan Mursi, agar menerima telepon darinya guna berlanjut pada pembicaraan terkait koordinasi keamanan politik dan menghormati kesepakatan-kesepakatan yang diteken antara Israel dan Mesir, terutama perjanjian Camp David.

Juru bicara Ikhwanul Muslimin di Mesir, Mahmud Ghazlan secara terpisah menegaskan, pihaknya tidak akan mengakui Israel. Dalam konteks terkait, ia menegaskan, menjabatnya Mursi menjadi Presiden Mesir tidak akan mengubah prinsip-prinsip IM sama sekali, terutama terkait dengan pengakuan terhadap Israel.

"Kami tidak akan mengakui Israel," tegas Mahmud kepada Quds Press, Ahad (1/7).

"Kami akan mendukung perlawanan legal dengan cara-cara legal, kami mendukungnya secara politik dan media serta mengakui haknya dalam membela diri karena hak itu diakui oleh perjanjian internasional."

Pernyataan Ghazlan menjawab kekhawatiran para pendukung Ikhwan atas penegasan Mursi soal komitmennya terhadap perjanjian internasional, terutama Camp David. Para pendukung Ikhwan khawatir komitmen Mursi merupakan pintu awal pengakuan Ikhwan terhadap eksistensi Israel. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.