Rabu, 01 Mei 2013

Rasulullah SAW Mengusir Mereka di Padang Mahsyar



Sahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengisahkan:

Pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi kuburan, lalu beliau mengucapkan salam:

Semoga keselamatan senantiasa menyertai kalian wahai penghuni kuburan dari kaum mukminin dan kami insya Allah pasti akan menyusul kalian.

Selanjutnya beliau bersabda: “Aku sangat berharap untuk dapat melihat saudara-saudaraku.”
Mendengar ucapan ini, para shahabat keheranan, sehingga mereka bertanya, “Bukankah kami adalah saudara-saudaramu, wahai Rasulullah?”

Rasulullah menjawab,

“Kalian adalah shahabat-shahabatku, sedangkan saudara-saudaraku adalah ummatku yang akan datang kelak.”

Kembali para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana engkau dapat mengenali ummatmu yang sampai saat ini belum terlahir?”

Beliau menjawab,

“Menurut pendapat kalian, andai ada orang yang memiliki kuda yang di dahi dan ujung-ujung kakinya berwarna putih dan kuda itu berada di tengah-tengah kuda-kuda lainnya yang berwarna hitam legam, tidakkah orang itu dapat mengenali kudanya?”

Para shahabat menjawab, “Tentu saja orang itu dengan mudah mengenali kudanya.”

Maka, Rasulullah menimpali jawaban mereka dengan bersabda,

“Sejatinya ummatku pada Hari Kiyamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudlu semasa hidupnya di dunia.
Aku akan menanti ummatku di pinggir telagaku di alam mahsyar. Dan ketahuilah, bahwa akan ada dari ummatku yang diusir oleh malaikat, sebagaimana seekor onta yang tersesat dari pemiliknya dan mendatangi tempat minum milik orang lain, sehingga iapun diusir.”

Melihat sebagian orang yang memiliki tanda-tanda pernah berwudlu, maka aku memanggil mereka, “Kemarilah!”

Namun, para malaikat yang mengusir mereka berkata,

“Sejatinya mereka sepeninggalmu telah merubah-rubah ajaranmu.”

Mendapat penjelasan semacam ini, maka aku berkata,

“Menjauhlah, menjauhlah, wahai orang-orang yang sepeninggalku merubah-rubah ajaranku!” [HR. Bukhari Muslim]

Anda tidak ingin bernasib seperti mereka?

Tentu jawabannya, “Tidak!”

Karena itu, mari kita menjaga kemurnian ajaran beliau dan mengamalkannya dengan seutuhnya tanpa ditambah atau dikurangi.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang mendapat syafaat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pada Hari Kiyamat kelak. Amiin…


Sumber 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.