Selasa, 20 November 2012

Selain Israel, Hamas Juga Berperang Dengan Pengkhianat



Peperangan dalam agresi Israel saat ini, pemerintahan Zionis tengah menerjunkan ribuan para spionase. Tak tanggung-tanggung, spionase-spionase yang diterjunkan oleh Israel adalah warga Palestina sendiri, utamanya dari Tepi Barat dan Jalur Gaza sendiri.

Spionase ini adalah para pengkhianat yang siap menipu dan membuat berbagai propaganda untuk melemahkan mental semangat berjuang rakyat Gaza. Hal ini menjadi kejutan baru bagi Hamas atas pengkhianatan warga Palestina yang bekerjasama dengan pihak Shinbet, intelijen Israel.

Dalam sebuah sumber-sumber Israel terungkap beberapa pengkhianat yang diterjunkan untuk membuat berbagai propaganda melemahkan pemerintah Hamas, mereka menggunakan berbagai dalih bahkan tak jarang memakai Al Quran untuk mensukseskan propaganda melemahkan pemerintahan Hamas dalam melawan Zionis Israel. cara ini sebenarnya juga sama dilakukan Israel pada peperangan bulan juni tahun 1967 dan peperangan kedua di Lebanon saat tahun 2006.
Televisi Israel Channel Two mengutip sebuah sumber Israel yang menyatakan bahwa Israel telah berkhianat dalam mengakhiri perjanjian dengan Komandan Izzuddin Al Qassam, Ahmed Jabari. Ketika dalam negoisasi pelepasan Gilad Shalid dan disaksikan oleh kepala Intelijen Mesir saat itu (Rezim Mesir lama).

Dalam tayangan Televisi Israel Channel Two memberitakan bahwa para propaganda yang diterjunkan Israel menggunakan berbagai cara propaganda penipuan dan menyebarkan berbagai selebaran di beberapa tempat di Jalur Gaza, untuk mempublikasikan kesalahan-kesalahan Hamas. Dan melakukan berbagai penipuan berita mengenai pasukan Israel yang sudah datang menyerang Gaza, sehingga menimbulkan beberapa kepanikan bagi warga Gaza serta melakukan kesiapan siagaan tinggi. Dan ternyata itu hanya berita bohong yang diulang-ulang.

Sebagaimana pada Rabu malam terdapat berita yang menyebar bahwa Israel telah menyerang dan melakukan agresinya, lalu pasukan Israel sudah membunuh beberapa pemimpin Hamas, dan telah membuat Hamas menyerah dan menerima kekalahan. Ternyata setelah ditelusuri asal berita tersebut dari spionase Zionis Israel.

Beberapa trik propaganda bohong juga dimuat beberapa surat kabar Israel dan surat kabar Palestina berbahasa Ibrani.

Dalam berita televisi Channel Two tersebut juga dikatakan bahwa kampanye propaganda penipuan sudah dimulai pada hari senin saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengadakan sebuah konferensi persi di kota Ashkelon dengan beberapa partisipasi beberapa duta besar negara-negara lainnya.

Dalam pertamuan tersebut, Netanyahu berbicara kepada para duta besar dan menyatakan bahwa pemerintah Israel bertekad untuk melakukan penyerangan guna mengakhiri serangan roket dari Gaza, dan terkesan bahwa agresi penyerangan militernya sangat dekat, dan pembicaraan tersebut seolah-olah bahwa Israel adalah korban.

Berbagai kampanye propaganda penipuan Israel yang menyatakan bahwa mereka adalah korban terus diberitakan dibeberapa media. Sehingga terkesan bahwa penyerangan mereka saat ini di Gaza adalah karena diserang oleh roket Hamas.

Padahal menurut beberapa surat Kabar baik Palestina sendiri maupun Israel, bahwa serangan roket bukan dilancarkan oleh Hamas melainkan oleh beberapa gerakan kecil perlawanan Palestina. Bahkan Hamas beberapa kali menangkapi gerakan perlawanan ini dikarena meluncurkan roket yang diarahkan di wilayah Israel.

Sebuah Direktur dan Pemantauan Media Ibrani yang basisnya memang untuk melakukan propaganda guna kepentingan Israel, melakukan sebuah propaganda dibeberapa media dan selebaran dengan memuat judul yang provokatif, bahwa Israel memanggil warga Gaza untuk memberikan solidaritasnya mendukung Israel baik secara moral maupun ekonomi.

Bahkan sebuah rilis rahasia dalam media Israel tersebut terdapat beberapa organisasi berhaluan Islam yang memang menjadi spionase Israel untuk terus mempropagandakan berbagai penipuan dan pelemahan gerakan perlawanan terhadap Hamas. Pemerintah Zionis Israel benar-benar bertekad untuk menghalalkan segala cara guna meruntuhkan dominasi Hamas sebagai kekuatan politik dan kekuatan militer di Jalur Gaza.

Pembunuhan terhadap komandan Izzuddin Al Qassam juga sarat dengan spionase jahat para pengkhianat, yang berusaha untuk terus memantau pegerakan Ahmed Jabari. Padahal, Ahmed Jabari sangat disiplin dan berhati-hati dalam segala tindakannya. Ini menandakan bahwa spionase yang disebar oleh Zionis telah benar-benar kuat berada di Jalur Gaza. Karena itu Hamas telah beberapa kali menangkap dan menghukum mati para spionase pengkhianat Palestina.

Beberapa spionase juga ditangkap saat mencoba untuk melihat tempat-tempat peluncuran roket Hamas.

SUMBER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.