Sabtu, 24 November 2012

Cegah Kemaksiatan, Erdogan Kurangi Kehidupan Malam di Istanbul



DALAM upaya untuk mengurangi maraknya peredaran dan konsumsi konsumsi alkohol di Istanbul, pemerintah Turki mengambil langkah-langkah preventif dengan cara menutup bar dan klub malam serta mengurangi kehidupan malam kota.

“Saya sepenuhnya berdiri di samping (Premier Recep Tayyip) Erdogan atas usahanya untuk menyingkirkan kami dari kejahatan-kejahatan masyarakat seperti itu,” warga Nazan Mehmet mengatakan kepada OnIslam.net pada hari Kamis lalu.

Partai Keadilan dan Pembangunan yang memimpin kota Istanbul telah mengambil beberapa langkah praktis untuk mengecilkan kehidupan malam kota, yang kehidupan malam itu telah menarik jutaan wisatawan setiap tahun.
“Hiburan dan pariwisata sama-sama penting bagi perekonomian kita, tetapi tidak mesti hiburan dan pariwisata selalu dikaitkan dengan bar, klub malam dan kegiatan cabul lainnya,” kata Nazan, seorang mahasiswa dari Departemen Internasional di Universitas Istanbul.

“Mereka yang percaya bahwa wisatawan mengunjungi Turki hanya karena kegiatan ini maka mereka telah keliru.

“Turki memiliki banyak hal yang bisa dipamerkan kepada para wisatawan. Dan tidak harus membutuhkan dukungan dari bar yang berisik, dan klub malam yang penuh kecabulan. Semua itu hanya merusak citra bangsa kita yang besar. ”

Walikota Istanbul Ahmet Misbah Demircan mengatakan warga masyarakat telah terganggu oleh kehidupan malam kota.

“Pengunjung lokal dan asing telah melupakan warga setempat yang mencoba untuk tidur di lingkungan mereka sendiri,” kata Demircan.

Dia, bagaimanapun, membantah bahwa langkah-langkah untuk menutup bar dan klub malam adalah bagian dari tindakan keras pemerintah terhadap peredaran alkohol.

“Alkohol bukanlah masalah di sini. Media telah menciptakan persepsi bahwa alkohol dilarang. Itu tidak terjadi,” ujarnya.

“Kami berusaha untuk menciptakan budaya yang damai, seni dan tempat hiburan.”

Namun langkah tersebut telah menuai kemarahan dari beberapa orang Turki, yang menuduh pemerintah memasukkan unsur agama dalam operasi negara.

“Pemerintah yang dimpimpin oleh kubu Islam secara diam-diam berusaha membunuh citra sekuler sejarah Turki dengan memasukkan agama dalam operasi negara,” kata Kana Everen, seorang analis yang berbasis di Istanbul politik, kepada OnIslam.net.

Dia mengutip beberapa perubahan dalam konstitusi Turki yang menuai kontroversi seperti sistem pendidikan, izin untuk jilbab di institusi pendidikan, pertumbuhan sekolah Islam serta maraknya perbankan syariah.

Kana menilai bahwa partai AKP yang memimpin kota Istanbul telah menyiratkan beberapa taktik yang tidak konvensional untuk mengecilkan kehidupan malam tradisional kota.

“Ada perbedaan nyata dalam aktivitas kehidupan malam jika Anda membandingkan pra dan pasca era AKP,” katanya.

“Berbagai klub malam dan bar di seluruh Teksim Square, telah dihancurkan atas nama rekonstruksi dan perbaikan kota.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.