Sabtu, 05 Januari 2013

KARTUNIS BRAZIL ADALAH MUSUH UTAMA ZIONIS ISRAEL NOMOR 3



Menjelang berakhirnya tahun 2012, Lembaga Yahudi Shimon Wiesenthal Center (SWC) mengeluarkan daftar musuh Zionis Israel “2012 Top Ten Anti-Semitic/Anti-Israel Slurs”. Selain menempatkan Mursyid Am Ikhwanul Muslimin Muhammad Badi’ sebagai musuh utama Zionis nomor satu, lembaga yang didirikan Simon Wiesentha itu menempatkan Carlos Latuff sebagai musuh Israel nomor tiga. Siapakah Carlos Latuff? Berikut ini profilnya:
Carlos Latuff adalah seorang kritikal kartunis. Dilahirkan 44 tahun yang lalu di Brazil, Latuff memiliki darah keturunan Arab dari Lebanon. Karya-karyanya meliputi berbagai tema, termasuk anti-globalisasi, anti-kapitalisme, dan anti-intervensi militer AS. Latuff terkenal dengan karya-karyanya yang menyoroti Israel-Palestina dan, baru-baru ini, peristiwa Arab Spring. Latuff sendiri telah menggambarkan karyanya sebagai “kontroversial”.
Karya-karya Latuff banyak dimuat di media Brazil. Diantaranya The Brazilian edition of Mad, Le Monde Diplomatique, dan the Toronto Star. Sebagian karya Latuff juga dimuat di media Arab seperti the Saudi Magazine Character, Al Akhbar, dan lain-lain. Latuff juga mempublikasikan karyanya sendiri di website pribadinya.

Latuff banyak menggambar karikatur tentang Palestina dan Israel sejak ia mengunjungi wilayah Palestina pada 1990 lalu. Ia menjadi sangat kritis terhadap Israel setelah melihat langsung apa yang dialami rakyat Palestina. Akibatnya, Latuff mendapatkan kritikan atas karya-karyanya, terutama dari kalangan Pro Zionis.

Diantara karya Latuff yang paling terkenal adalah seri karikatur We are all Palestinians (Arabic: كلنا فلسطينيون). Melalui tema itu Latuff menggambarkan semua orang yang tertindas, termasuk Afrika Selatan dan Tibet menyatakan “Saya Palestina.”

Latuff juga membuat serangkaian karikatur yang menggambarkan Perdana Menteri Ariel Sharon, Presiden AS George W. Bush, Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva dan PM Inggris Tony Blair sebagai monster dan sebagai Nazi.

Namun, dari seluruh karyanya, agaknya karikatur yang dibuatnya selama serangan Israel pada perang delapan hari Nopember lalu, yang dikenal sebagai “Hijarah As Sijjil” adalah karya yang paling dibenci Israel. Melalui karikaturnya tersebut, Latuff menggambarkan PM Israel Benjamin Netanyahu sedang membunuh dan menyiksa bayi Palestina demi elektabilitas pada pemilu mendatang. Karikatur itu pula yang menjadi pertimbangan SWC “menobatkan” Carlos Latuff sebagai musuh Israel nomor tiga.

Ketika ditanya tentang anti-semitic oleh Majalah Mingguan Yahudi Amerika, pada 2008 lalu, Latuff menegaskan:

“Kartun saya tidak saya tujukan pada orang-orang Yahudi atau Yudaisme. Fokus saya adalah Israel sebagai entitas politik, sebagai pemerintah, angkatan bersenjata mereka menjadi satelit kepentingan AS di Timur Tengah, khususnya kebijakan terhadap Palestina. Hal itu juga menegaskan bahwa mereka adalah penindas Palestina…”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.