Rabu, 24 Oktober 2012

Presiden Mursi Aminkan ‘Kehancuran Orang Yahudi dan Para Pendukungnya’



 Sebuah video terbaru menunjukkan Presiden Mesir Muhammad Mursi mengatakan “Amin…” atas sebuah doa oleh seorang imam di masjid Propinsi Matruh, Syaikh Futuh Abdul Nabi Mansyur, dimana doa tersebut meminta pada Allah untuk “menghancurkan orang-orang Yahudi dan para pendukungnya.” Demikian dikutip dari JTA.

Presiden Mursi, dalam acara akhir pekan lalu, terlihat berdoa dengan jumlah jamaah yang besar di sebuah masjid di Propinsi Matruh. Acara ini diterjemahkan oleh Middle East Media Research Institute.

“Ya Allah, bebaskanlah kami dari dosa-dosa kami, menguatkan kami, dan memberikan kami kemenangan atas orang-orang kafir,” demikian bunyi doa Syaikh Futuh Abdul Nabi Mansyur, kepala dewan agama daerah.

“Ya Allah, hancurkan orang-orang Yahudi dan para pendukung mereka. Ya Allah, membubarkan mereka, membelah antara keduanya. Ya Allah, menunjukkan kekuatan Anda dan kebesaran atas mereka. Tunjukkan kami kemahakuasaan-Mu, ya Tuhan.”

Ditentang Pendukung Yahudi

Liga Anti Ketidaksetaraan Ras menyatakan keprihatinan atas anti Yahudi yang menguat di negara Mesir itu.

“Genderang anti Yahudi di Mesir ‘baru’ semakin keras dan bergema semakin keras di bawah pemerintahan Presiden Mursi, dan kami semakin khawatir tentang ekspresi kebencian bagi orang Yahudi dan Israel di masyarakat Mesir, sebagaimanasikap Presiden Mursi dalam menghadapi kebanyakan ekspresi kebencian secara publik,” kata Abraham Foxman, direktur nasional Liga Anti Ketidaksetaraan Ras, dalam sebuah pernyataan.

Simon Wiesenthal Center, lembaga Yahudi yang memonitor insiden anti-Semit di seluruh dunia, membuat kecaman keras terhadap Presiden baru Mesir Muhammad Mursi dari Ikhwanul Muslimin, setelah ia menghadiri shalat Jumat di mana khotbah imamnya menyerukan penghancuran dan mencegah penyebaran orang-orang Yahudi.

Simon Wiesenthal Center, lembaga Yahudi yang memonitor insiden anti-Semit di seluruh dunia, membuat kecaman keras terhadap Presiden baru Mesir Muhammad Mursi dari Ikhwanul Muslimin, setelah ia menghadiri shalat Jumat di mana khotbah imamnya menyerukan penghancuran dan mencegah penyebaran orang-orang Yahudi.

Sebuah video yang diemail oleh lembaga itu menunjukkan Mursi berada di sebuah masjid di kota Mediterania Marsa Matruh, di mana para jamaah menjawab “Amin” saat sang ulama membacakan doa dalam khutbah Jumat.

Dalam salah satu doa, ulama itu meminta Allah untuk menghancurkan orang-orang Yahudi dan pendukung mereka dan membubarkan mereka, memecah belah mereka. Mursi juga terlihat terus mengatakan Amin. Doa-doa itu ditayangkan di televisi pemerintah dan terekam oleh MEMRI, kelompok monitoring pro-Israel.

Dalam sebuah pernyataan, Simon Wiesenthal Center mengecam keras video tersebut, mengatakan tindakan itu adalah tanda tumbuhnya anti-Semit di Mesir.

“Ini adalah sebuah tamparan di wajah Amerika pada saat Mesir Mursi mendapat bantuan miliaran dolar dari AS dan mengatakan Amin untuk prinsip-prinsip yang bertentangan dengan semua orang Amerika,” kata pernyataan itu, mengutip pernyataan Rabbi Marvin Hier, pendiri dari Simon Wiesenthal Center dan Rabbi Abraham Cooper.

Simon Wiesenthal Center menyerukan Presiden Barack Obama untuk mengutuk gelombang suara yang berkembang dari sikap anti-Semit di Mesir, yang dipimpin oleh Ikhwanul Muslimin serta mendorong AS untuk memotong kontak dengan kelompok itu.

Sebelumnya, Simon Wiesenthal Center juga  mengutuk komentar yang dibuat oleh pemimpin Ikhwanul Muslimin, Muhammad Badie, yang mengatakan bahwa orang-orang Yahudi lah yang menyebarkan korupsi dan telah membantai umat Islam serta kelompok yang merusak tempat-tempat suci. Dia juga menyerukan umat Islam untuk memerangi Israel, mengatakan kekuatan Zionis hanya mengerti dengan bahasa perang.

Sikap Presiden Mursi dan tanggapan kelompok Zionis Mesir ini menunjukkan bantahan atas fitnah yang dihembuskan media Zionis Israel baru-baru ini yang mengeruhkan kepercayaan rakyat Mesir melalui sebuah surat yang konon merupakan bukti kedekatan Mursi dengan pemimpin Israel. Dimana surat tersebut telah dibantah oleh pihak kantor kepresidenan Mesir.

http://news.fimadani.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.