Minggu, 15 April 2012

Zion Way of Life Isme


Pernah membaca ZIONHOLLYWOODISME? Buku saku karya analis politik Dr Majid Shafa Taj. Buku yang sangat berani dan gamblang membedah tuntas industri perfilman Amerika yang telah dikuasai oleh tentakel-tentakel Yahudi. Bila kita memperluas perspektif pemikiran, pengaruh zionis yahudi tersebut sejatinya telah menghegemoni hingga merasuk ke sendi-sendi kehidupan kita. Akan lebih akurat jika pokok persoalan di atas diperluas menjadi zion way of life isme. Ya, lantaran pengaruh zionisme kini telah meracuni mayoritas prinsip yang menjadi jalan hidup kita sebagai muslim.
Seyogyanya kita harus lebih waspada terhadap invasi gurita zionis, jangan sampai kita menjadi muslim yang berpola pikir yahudi. Target kaum zionis sejatinya menjauhkan umat Islam dari nilai-nilai syariat Islam, dengan menyusupi tatanan nilai dan norma kehidupan beragama digantikan dengan doktrin sekularisasi, liberalisasi, demokrasi yang bersembunyi di balik kedok kebebasan dan HAM. Eskalasi kekhawatiran umat di dunia akan virus-virus zionis makin meningkat. Bahkan sampai pada opini yang menyatakan bahwa setiap peristiwa besar yang terjadi di belahan bumi ini ada konspirasi zionis di sebaliknya. Sebagai contoh Revolusi Perancis, Revolusi Bolshevick Rusia, PD I, PD II, hingga terbunuhnya tokoh–tokoh penting dunia, terdapat indikasi konspirasi zionis yang bermain.
Sejatinya Zionisme adalah ideologi sekular pragmatis yang berazaskan keagamaan dan politik yang bertujuan membentuk entitas bangsa: Israel Raya dengan Palestina sebagai tanah airnya dan Yerusalem sebagai ibukota negaranya. Dalam pandangan kaum Yahudi, zionisme dinisbahkan pada bukit karang zion di Yerusalem, yang mempunyai arti penting dalam agama yahudi. Menurut taurat, Al Masih akan kembali menuntun kaum Yahudi memasuki tanah yang dijanjikan dan Al Masih akan memerintah dari atas puncak bukit Zion. Zion diidentikkan dengan kota yerusalem itu sendiri. Kaum Yahudi Zionis bekerja tanpa mengenal lelah untuk mencapai cita-cita mereka membentuk: New World Order (Tata Dunia Baru). Bila kita jeli, slogan tersebut sering didengungkan oleh George W Bush, Obama dan bosnya di Tel Aviv. Bagaimana tidak? Orang nomor satu di Amerika tersebut telah menjadi kroni zionis yahudi dan telah membentuk konspirasi Judeo Christian. Simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan antara Yahudi Zionis dan Kristen Liberal Amerika.
Rencana kaum zionis mempecundangi umat manusia di seluruh penjuru bumi ini tidak main-main, dalam setiap tindakannya mereka mengacu pada cetak biru yang tersusun dalam Protocol of The Learned Elder Of Zion. Dokumen yang telah berumur ratusan tahun yang merujuk pada kitab yang lebih mereka agungkan: Talmud dibanding Taurat. Berbagai tipu daya zionis dirancang untuk mengelabui dan menzalimi umat mayoritas dunia. Mulai dari pola makan, kita telah terkontaminasi pola makan junk food yang sepintas higienis namun justru tak menyehatkan. Saat ini kita lebih merasa gengsi menyantap Mc Donald dan sejenisnya dibanding makan pecel lele. Bila ditinjau secara medis makanan fast food ternyata bermasalah. Minumanpun kita lebih suka soft drink global Coca Cola atau sejenisnya, padahal bila diukur derajat keasamannya menunjuk pH 3, yang berarti masuk kategori asam. Yang sejatinya lebih layak sebagai pembersih keramik kloset serta menghancurkan kerak-kerak radiator.
Bayangkan seandainya minuman tersebut tiap hari kita konsumsi, apa yang terjadi dengan usus kita? Alih-alih agar terlihat modis dan trendi masalah busanapun tak luput dari intervensi kaum zionis yang piawai merancang mode-mode mutakhir yang mempertontonkan aurat hingga akhirnya memancing syahwat. Lifestyle diciptakan ala pergaulan metropolis yang tak lepas dari pesta dan hura-hura dalam keremangan café corner dan kerlap-kerlip lampu disko yang hingar bingar. Kita dianggap kampungan bila tidak mengikuti trend yang bermuara pada pemakaian ekstasi, narkoba hingga asyik masyuk ke dalam kehidupan seks bebas.
Dari ranah pemikiran kitapun telah terinvasi dominasi zionis yahudi, cendekiawan muslim dirasuki virus Sekularisme dan Liberalisme sehingga mereka senantiasa mengedepankan rasio yang ambigu tanpa mempedulikan agama yang bersumber dari wahyu ilahiah.
Cara umat Islam beriman kepada Tuhannya dan memahami kitab sucinya tak terlewat dari hegemoni. Al Quran dihujat diragukan otentisitasnya, Haditspun digugat dinafikan keshahihannya. Al Quran dianggap sebagai produk budaya (Muntaj Tsaqafi) yang berimplikasi pada kebenaran relatif sehingga bisa diinterpretasikan dengan metode Hermeneutika yang sejatinya biasa digunakan untuk mentafsir Bible yang tentu saja sangat problematik. Lantaran umat telah dijauhkan dari aqidahnya dan bebas memilih keyakinan sesuai yang diimaninya maka merebak suburlah aliran sesat macam: Ahmadiyah, Syi’ah, Jaringan Islam Liberal, Kelompok Salamullah, Qiyadah Islamiyah, dan lain sebagainya. Yang esensinya memecah belah persatuan umat Islam. Walhasil, kesatuan universal umat hanya tinggal utopia karena ia mengikis dari segi akidah.
Pengaruh zionis yang terhitung besar dampaknya yakni dominasinya terhadap media. Opini publik dicipta dengan memanipulasi berita. Kebenaran sejati ditutupi dengan kesalahan yang tak terperi. Terkadang yang benar teraniaya ironisnya yang salah malah berkuasa. Media elektronik: TV, radio hingga media cetak: koran, majalah tabloid hingga media hiburan seperti musik, film, teater telah mereka kuasai. Ini tercantum dalam misi mereka di Protokol of Zion ke 13.
“Kita harus berusaha agar opini umum tidak mengetahui permasalahan sebenarnya. Kita harus menghambat segala yang mengetengahkan buah pikiran yang benar. Hal itu bisa dilakukan dengan memuat berita lain yang menarik di surat kabar. Agen-agen kita yang menangani sektor penerbitan akan mampu mengumpulkan berita semacam itu. Pandangan masyarakat harus kita alihkan kepada hiburan (dunia entertaiment, pen), seni dan olah raga.”
Hendaknya kita juga waspada dan selektif dengan program yang ditawarkan, dari film anak seperti: Tom & Jerry, Sponge Bob, Dora The Explorer hingga Avatar sejatinya serial-serial itu bermuatan pesan-pesan halus terselubung yang menyesatkan. Histeria musik pop merupakan sarana efektif untuk menyebarkan fanatisme buta yang sesungguhnya industri musik tersebut secara eksklusif telah dikuasai oleh tauke-tauke Yahudi yang menangguk keuntungan berlimpah. Film-film dibangun di atas erotisme dan fantastisme Yahudi yang merasuk ke alam bawah sadar kita: James Bond, Spiderman, Matrix, Da Vinci Code hingga Basic Instinct yang sejatinya merusak kisi-kisi otak kita yang bermuara pada pornografi dan kebrutalan yang arogan hingga menimbulkan dekadensi moral.
Dari sisi ekonomi, World Bank maupun IMF telah dimanfaatkan kaum zionis untuk menghancurkan perekonomian di berbagai negara hingga tercipta destabilisasi ekonomi sampai pada penjualan aset-aset publik yang mengarah pada kebangkrutan dan berujung pada krisis ekonomi yang berkepanjangan. Lobi-lobi Yahudi atas Negara adikuasa: Amerika dan Eropa memperlihatkan arogansinya ketika kebijakan badan dunia: PBB tak memihak legitimasi Palestina ataupun negara-negara muslim lainnya. Kepala-kepala Negara menjadi agen kaum zionis demi meraih kursi kepresidenan yang didukung oleh lobi-lobi zionis.
Yahudi adalah kaum laknatullah, mereka senantiasa melecehkan dan memalsukan kitab-kitab Allah, mengkafiri ayat-ayat Allah, membunuh nabi-nabi Allah, menyembah selain Allah, mendustakan ajaran Allah serta melanggar janji yang telah mereka sepakati dengan Rasulullah saw. Klaim umat yang terpilih dan bangsa yang memperoleh tanah yang dijanjikan Allah tak akan terealisasi lantaran Allah melaknat kaum Yahudi dan simpatisannya hingga hari akhir tiba.
Jalan keluar dari segala krisis yang disebabkan oleh jeratan gurita zionis hanyalah kembali pada kekonsistenan terhadap Al Quran dan umat islam harus bangkit mengaplikasikan prinsip-prinsip islam yang berbasis pada keikhlasan dan keistiqamahan. Niscaya persatuan umat akan terwujud. Kita harus meluruskan barisan merapatkan shaf dengan kesungguhan menjalankan petunjuk-petunjuk Rasulullah dan yakin bahwa dominasi Zionis yahudi yang telah menghegemoni tidak akan pernah membuahkan hasil, termaktub dalam firman Allah QS Ali Imran: 173:
“(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”
Insya Allah dienul Islam akan tetap tegak berdasarkan Al Quran dan sunnah Nabi Muhammad saw sehingga kita dapat menghancur leburkan konspirasi global kaum zionis yahudi. Namun kita tetap waspada jangan sampai virus zionis masuk ke jendela-jendela rumah kita hingga menyusup ke nadi-nadi keimanan kita, hingga kita masih mengakui Islam namun berperilaku dan berpola pikir Yahudi. Wallahu A’lam Bi Shawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.