Jumat, 28 September 2012

Gila, “Barcelona” Berniat Beri Penghargaan Serdadu Israel Gilad Shalit



Organisasi hak asasi manusia Palestina mengutuk undangan dari tim sepak bola terkenal asal Spanyol "Barcelona" kepada serdadu Zionis Gilad Shalit, untuk memberinya penghargaan di sela-sela pertandingan, pada 7 Oktober bulan depan. Organisasi HAM Palestina menyerukan masyarakat Arab dan Islam untuk memboikot tim sepak bola tersebut.

Organisasi HAM Palestina yang menangani masalah tawanan “WAID” mengatakan, “Undangan ini merupakan penutup baru bagi kejahatan Zionis di bawah nama olahraga dan permainan sepak bola, yang di dalamnya mengandung angkara murka dan rasisme. Bagaimana mungkin sebuah tim olahraga yang mengklaim modern dan manusiawi mengundang pembunuh dan penjahat seperti Shalit untuk untuk memberinya penghargaan dan berterima kasih padanya, seraya melupakan bahwa Shalit hanyalah seorang serdadu Israel yang ditangkap karna melakukan pembunuhan terhadap perempuan, anak-anak dan warga sipil di wilayah yang diduduki (Israel).”
Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari ini, Rabu (26/9), WAID meminta semua federasi Arab, atlet Arab dan semua orang yang terhormat dan peduli "untuk menentang undangan ini melalui protes korespondensi kepada klub tersebut. Jika terus dengan langkah tersebut masaka semua klub yang bebas dan terhormat di dunia ini untuk memboikotnya."

Menurut WAID, udangan ini datang setelah langkah-langkah yang terus aktif dilakukan lobi Zionis yang berada di Eropa selama penangkapan yang dilakukan perlawanan Palestina terhadap Gilad Shalit. Karena itu masyarakat Palestina dan Arab yang ada di Eropa harus memiliki informasi tentang penderitaan para tawanan Palestina di penjara-penjara Israel untuk mengimbangi isu ini.
Organisasi HAM Palestina ini menyebutkan bahwa pemain internasional Palestina Mahmoud Sarsak ditangkap saat dalam misi olahraga. Dia ditangkap secara sewenang-wenang tanpa tuduhan apapun dan mendekam dalam penjara Israel bertahun-tahun, kemudia dia melakukan mogok makan sampai mendekati kematian, sementara kita tidak pernah mendengar suara atau sikap apapun klub terkenal asal Spanyol ini. Tampaknya kebijakan standar ganda terhadap isu Palestina dan isu tawanan telah menjadi ciri dominan klub-klub terkenal Eropa, bukan hanya para politisi populer saja. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.