Selasa, 21 Agustus 2012

Kemeriahan Idul Fitri di Masjid Yinchuan


 

Sama seperti di Indonesia, hari ini, Minggu (19/8/2012), kaum Muslim Yinchuan, Provinsi Otonom China, merayakan Idul Fitri. Tidak ada petasan atau takbir berlebihan, tapi masjid tetap riuh rendah dengan beragam aktivitas.

Atas undangan kantor berita Xinhua dan Kedutaan Besar China untuk Indonesia, detikcom berkesempatan merasakan Lebaran di masjid terbesar Yinchuan, Masjid Najiahu. Masjid ini terletak di Kecamatan Yongning, sekitar 20 km dari Yinchuan.
Masjid yang dikelilingi pagar batu dan pintu gerbang setebal hampir 4 meter itu tampak berdiri kokoh. Di dalamnya terdapat beberapa aula yang terbuat dari kayu sebagai tempat ibadah. Ornamen China berwarna merah dan hijau mendominasi.
Di jalan dekat masjid, puluhan warga menggelar lapak dagangan. Mereka menjual buah, peci, daging, dan berbagai kebutuhan.

Salat Id di Yinchuan digelar pada pukul 10.00 waktu setempat. Saat tim detikcom datang, sekitar pukul 09.00, khotbah tengah berlangsung. Aula penuh sesak. Di luar, ratusan umat Muslim lokal yang sebagian besar mengenakan peci putih terus berdatangan.

Di dalam kompleks, beberapa pengurus masjid tampak menerima donasi semacam zakat dari para jamaah. Bentuknya uang, bukan beras atau sembako lainnya.

Puluhan anak kecil berlarian, berkejaran, dan bercanda dengan teman sebaya. Tak ada yang kesal karena itu adalah hari kemenangan.

Tepat pada pukul 10.00, seruan salat diperdengarkan. Semua berdiri. Ratusan orang yang tak kebagian tempat di aula, menggelar terpal di halaman dan ruang kosong. Di sekitar para jamaah, sejumlah orang duduk-duduk dan anak kecil tetap saja berlarian seperti abai dengan kekhusukan tersebut.

Ulama setempat atau biasa disebut 'Ahong', Yang Xuejun mengatakan, umat Muslim di Yinchuan dan daerah sekitar sangat berbahagia hari ini. Mereka merasa lahir kembali seperti bayi.

"Kami akan merayakannya dengan beribadah, saling berkunjung dengan umat Muslim, dan lainnya," katanya.

Hampir semua umat Muslim di Yinchuan berasal dari etnis Hui. Di tempat ini, mereka merupakan penduduk ketiga terbanyak. Di China sendiri ada 56 etnis lainnya. Setidaknya 10 etnis diantaranya beragama Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.